<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794</id><updated>2011-11-28T07:45:56.742+07:00</updated><title type='text'>..::Seuntai Kenangan::..</title><subtitle type='html'>Seuntai Kenangan di Muka Bumi Dalam Rangka Mencari Ridha Allah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-1810486732955912840</id><published>2011-04-08T14:45:00.002+07:00</published><updated>2011-04-08T14:50:13.743+07:00</updated><title type='text'>Rasa Bahagia, Jika Bisa Membahagiakan Istri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak pasangan bertanya, bagaiamana tips agar kita dapat membahagiakan pasangan kita? Kita tidak akan bahagia selagi orang di sisi kita tidak ikut bahagia. Itulah kuncinya. Impilikasinya, agar kita bahagia, carilah orang yang paling dekat dengan kita dan bahagiaakanlah mereka.&lt;span class="selengkapnya"&gt; Setelah itu, barulah kita akan merasa bahagia. Sesungguhnya bahagia itu bukan "benda" yang akan berkurang bila diberikan, tetapi ia seumpama cahaya yang semakin "diberikan" akan bertambah sinar terangnya. Ada kata orang bijak pandai, “dengan menyalakan lilin ke orang lain, lilin kita tidak akan padam... tetapi kita akan mendapat lebih banyak cahayanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang –orang terdekat dan yang paling layak kita berikan kebahagiaan? Selain kedua ibu-bapa, maka para suami harus membahagiaan istrinya. Karena ialah yang paling utama harus mendapatkan kebahagiaan itu. Jika istri kita tidak merasa bahagia, jangan harap kita dapat membahagiakan orang lain. Dan paling penting, jika istri sudah menderita itu juga pertanda kita juga akan ikut menderita. Ingat, kita tidak akan bahagia selagi orang di sisi kita tidak ikut menikmati kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah langkah pertama untuk membahagiakan istri? Pertama, hargailah kehadirannya. Rasakan benar-benar bahwa si dia adalah anugerah Allah yang paling berharga. Jodoh kita itu merupakan anugrah yang telah dikirim Allah khusus sebagai teman hidup kita sepanjang masa ketika hidup di dunia ini.  Karena itu, jangan pernah sia-siakan ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa yang paling berharga di dalam rumah kita bukannya perabot, bukan peralatan eletronik, komputer ataupun barang-barang antik yang lain. Yang paling berharga ialah manusianya – istri atau suami kita itu. Itulah" modal insan" yang sewajarnya lebih kita hargai daripada segala-benda yang mudah rusak itu. Masalahnya, benarkah kita telah menghargai istri melebihi barang-barang berharga di rumah kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, kadang lain difikiran lain pula yang dirasa. Coba renungkan, berapa banyak para suami yang lebih prihatin keadaan kendaraan mewahnya atau barang-barang berharganya dibanding perasaan istrinya. Batuk istri yang berpanjangan seolah tidak ikut ia (suami) rasakan, dibanding  "batuk" kendaraan pribadinya. Jika mobilnya suaranya aneh, ada sedikit kerusakan, para suami cepat-cepat membawanya ke tempat resvice mobil. Sementara jika sakit istrinya, ia tak segera buru-buru mengantarkan  ke dokter atau rumah sakit agar segera mendapatkan perawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kendaraan terdengar/terasa sedikit 'aneh', cepat-cepat dibawa ke bengkel, namun jika istrinya yang batuk-batuk, malah dibiarkan. Alasannya, itu batuk biasa,  atau tanda badan sudah tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pria memilih menjadi  'workoholic'. Ia bekerja siang, malam, tak kenal cuti dan istirahat. Bila ditanya mengapa ia begitu sibuk? Dia menjawab, “ini demi anak dan istri.” Padahal, ketika pulang ke rumah, waktunya juga bukan untuk anak dan istrinya. Yang ada, ia justru mengabaikan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suami yang hobi memancing setiap akhir pekan. Sementara di saat yang sama, ia membiarkan anak-anak dan istrinya kesepian di rumah. Padahal saat itulah waktu luang yang mereka tunggu selama ini agar bisa berasama-sama setelah semua harinya dihabiskan di kantor dan tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar kita banyak orang aneh. Ada yang mencari duit sampai tidak sempat menikmati duit. Bila duit sudah terkumpul, kesehatan sudah tergadai, rumah tangga sudah berkecai, istri malah ikut terabai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana kita dapat mengharagai pasangan kita? Insya-Allah, bila ada kemauan pasti saja ada jalan. Dunia akan menyediakan jalan kepada orang yang bersungguh-sungguh. Kata orang, kasih, cinta dan sayang seumpama aliran air, senantiasa tahu ke arah mana ia hendak mengalir. Mulakan dengan memandangnya dengan perasaan kasih, mungkin wajah istri kita sudah berkerut, tetapi rasakanlah mungkin separuh "kerutan" itu karena memikirkan kesusahan bersama kita. Mungkin uban telah penuh di kepalanya, tetapi uban itu "tanda bukti" pengorbanannya dalam membina rumah tangga bersama kita. Itulah pandangan mata hati namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu semasa awal bercinta, pandangan kita dari mata turun ke hati. Tetapi kini, setelah lama bersamanya, pandangan kita mesti lebih murni. Tidak dari mata turun ke hati lagi, tetapi sudah dari hati "turun" ke mata. Jika saat pertama kita terpaut karena "body", kinia yang kita lihat lebih jauh  lagi, namanya “budi”. Yang kita pandang bukan lagi urat, tulang dan daging lagi... tetapi suatu yang murni dan hakiki – kasih, kasihan, cinta, sayang, mesra, ceria, duka, gagal, jaya, pengorbanan, penderitaan – dalam jiwanya yang melakarkan sejarah kehidupan berumah tangga bersama kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada pandangan mata hati itulah lahirlah sikap dan tindakan. Love is verb, cinta itu tindakan, kata penyair.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para suami kaya pulang bersama cincin permata untuk menghargai si istri. Atau petani hanya membawa sebiji mangga untuk dimakan bersama sang "permaisuri". Buruh yang pulang bersama keringat disambut senyuman dan dihadiahkan seteguk air sejuk oleh istri tentunya lebih bahagia dan dihargai oleh seorang jutawan yang disambut di muka pintu villanya tetapi hanya oleh seorang "orang –orang yang digaji".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah ajaibnya cinta yang dicipta Allah, ia hanya boleh dinikmati oleh hati yang suci. Ia terlalu mahal harganya. Intan, permata tidak akan mampu membeli cinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hargailah sesuatu selagi ia masih di depan mata. Begitu selalu pesan cerdik-pandai dan para pujangga. Malangnya, kita selalu lepas pandang. Sesuatu yang 'terlalu' dekat,  kadang lebih sukar dilihat dengan jelas. Sementara yang jauh terkesan jelas. Istri di depan mata, tidak dihargai, tapi orang lain nun jauh dipuji-puji. Kajian menunjukkan bahwa para suami di Amerika lebih banyak meluangkan masa menonton TV daripada bercakap dengan istrinya. Bayangkanlah, tiga jam menonton TV bersama tanpa sepatah-katapun pada istri atau keluarga, apa untungnya? Padahal istri dan anaknya duduk bersebelahan dengannya hanya beberapa inci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan jika kita di rumahpun, kadang lebih sibuk ber SMS dengan orang lain. Malam SMS kadang, SMS  ke teman lebih banyak dibanding jika ia SMS dengan istri jika sedang berada di luar atau di kantor. No news is a good news. Begitu seharusnya , rasa di hati kita.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup terlalu singkat. Hidup hanya sekali. Dan yang pergi tak akan pernah kembali lagi. Yang hilang, mungkin tumbuh lagi... Tetapi tidak semua perkara akan tumbuh seperti semula. Apakah ibu-bapa yang 'hilang' akan berganti? Apakah anak, istri, suami yang 'pergi'... akan pulang semula? Jadi, hargailah semuanya selama segalanya masih ada di dekat kita. Pulanglah ke rumah dengan ceria, tebarkan salam, lebarkan senyuman. Mungkin esok, anda tidak 'pulang' atau tidak ada lagi si dia yang selama ini begitu setia menunggu kita di  balik pintu. Mungkin Anda 'pergi' atau dia yang 'pergi'. Karenanya, hargailah nyawa dan raganya dengan dengan perasaan sayang dan cinta. Sebab hakekatnya kita tidak akan bahagia, selagi orang di sisi kita tidak bahagia!* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.hidayatullah.com &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-1810486732955912840?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/1810486732955912840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2011/04/rasa-bahagia-jika-bisa-membahagiakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/1810486732955912840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/1810486732955912840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2011/04/rasa-bahagia-jika-bisa-membahagiakan.html' title='Rasa Bahagia, Jika Bisa Membahagiakan Istri'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-3469667222706280779</id><published>2010-12-29T16:19:00.002+07:00</published><updated>2010-12-29T16:20:21.186+07:00</updated><title type='text'>3 Tipe Wanita Yang Membuat Pria Tidak Nyaman</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak karakteristik wanita yang disukai pria. Salah satunya adalah wanita cantik, namun tidak selamanya wajah cantik dan kemolekan tubuh disukai oleh pria, bila tidak dibarengi dengan sikap dan perilaku yang kurang tepat.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikutip dari ezinearticles, berikut tiga tipe wanita yang bisa membuat Pria tidak merasa nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sensitif&lt;br /&gt;Wanita yang terlalu sensitif perasaanya membuat pria serba salah. Jika Anda termasuk wanita yang tidak bisa menerima kritikan dan lelucon dari pasangan bisa membuat hubungan asmara tidak dapat bertahan lama. Perilaku sensitif yang ditunjukkan juga membuat pasangan merasa malas untuk di dekat Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemburu yang tidak rasional&lt;br /&gt;Cemburu merupakan bumbu dalam suatu hubungan. Namun, jika rasa cemburu menjadi berlebihan perlu diwaspadai. Tidak wajar bila dalam selang waktu lima menit sekali Anda menghubungi si dia. Tidak hanya menanyakan kabar, Anda juga menanyakan bersama siapa dia dan saat bertemu Anda memeriksa ponselnya. Hubungan seperti ini tentu tidak baik bila terus dijalani dan lebih parahnya lagi, biasanya dibarengi dengan sikap protektif yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar dari perasaan cemburu adalah karena kurangnya kepercayaan. Oleh sebab itu mulailah bangun kepercayaan terhadap pasangan untuk hubungan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu matrealistis&lt;br /&gt;Ketidaknyamanan terburuk yang dirasakan pria adalah bila pasangannya terlalu matrealistis. Jika Anda ingin tampil cantik depan pasangan, namun selalu memanfaatkan uang pasangan tentunya Anda tidak akan dilihat cantik oleh pasangan. Membeli sepatu dan baju yang mewah tidaklah buruk, namun ada baiknya tidak bergantung pada pasangan. Sebaiknya buatlah pasangan terkesan dengan kemampuan yang Anda miliki bukan keterkaitan dan ketergantungan Anda dengan uangnya. *&lt;a href="http://www.wolipop.com/read/2010/12/29/160254/1535320/852/3-tipe-wanita-yang-membuat-pria-tidak-nyaman?w992201835" target="_blank"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-3469667222706280779?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/3469667222706280779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2010/12/banyak-karakteristik-wanita-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/3469667222706280779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/3469667222706280779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2010/12/banyak-karakteristik-wanita-yang.html' title='3 Tipe Wanita Yang Membuat Pria Tidak Nyaman'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-6269991152324774154</id><published>2010-02-03T16:38:00.003+07:00</published><updated>2010-02-03T16:41:02.179+07:00</updated><title type='text'>Perilaku Buruk Orang Dewasa Diduga Kurang ASI Saat Bayi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.detik.com/content/2010/02/02/764/ASI-dalam-dailymail.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 156px;" src="http://images.detik.com/content/2010/02/02/764/ASI-dalam-dailymail.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pernahkah melihat perilaku orang dewasa yang sangat buruk seperti gampang marah, egois suka kekerasan? Coba tanyakan kehidupannya saat bayi, apakah diberi ASI atau tidak? Karena perilaku buruk orang dewasa ternyata juga terkait dengan pemberian ASI atau tidak ketika kecil.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Peneliti dari Menzies School of Health Research di Darwin, Profesor Sven Silburn menuturkan terdapat bukti yang menunjukkan hubungan antara menyusui dengan kesehatan mental seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saat bayi diberi ASI, maka tubuh orang saat bayi akan mendapat serotonin yaitu zat antistres yang banyak dibentuk dalam 2 tahun pertama kehidupan si bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zat antistres ini akan masuk ke dalam tubuhnya yang membuat anak menjadi tidak mudah marah, menghindari stres dan depresi serta mengurangi kemungkinan terkena gangguan mental saat dewasa nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya sikap orang dewasa yang mudah marah, gampang stres, gampang depresi serta gampang terkena gangguan mental bisa jadi salah satu faktornya kurangnya asupan serotonin saat bayi alias tidak mendapatkan ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mendapatkan ASI saat masih bayi juga cenderung akan memiliki perilaku yang lebih baik, terhindar dari sifat kekerasan, kelalaian, meningkatkan kecerdasan serta menghindari sifat egois. Ini dikarenakan saat disusui anak mendapat perhatian yang cukup dari orangtuanya, sehingga anak tak perlu mencari-cari perhatian dengan melakukan perilaku yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena efek negatif jika tidak diberikan ASI terbawa hingga dewasa, peneliti menyarankan agar ibu menyusui anaknya secara eksklusif sebab anak yang mendapatkan ASI akan memiliki perilaku yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada susu formula cenderung mengandung zat mangan (Mn) yang tinggi, zat ini bisa membuat anak menjadi cepat stres dan marah. Jika hal ini terus berlanjut, maka ada kemungkinan saat dewasa anak memiliki perilaku yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam pertemuan tahunan American Public Health Association menemukan bahwa orangtua yang memberikan ASI saat masih bayi cenderung jarang melaporkan adanya masalah perilaku pada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini merupakan temuan awal, tapi hal ini sudah menunjukkan jika orangtua tidak menyusui anaknya akan berpengaruh pada perilaku selama masa anak-anak ataupun jika sudah dewasa," ujar Dr Katherine Hobbs Knutson, seperti dikutip dari HealthDay, Selasa (2/2/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan orang yang mengonsumsi ASI saat masih bayi memiliki kemungkinan gangguan perilaku 37 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak mendapatkan ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI sebaiknya menjadi satu-satunya pilihan bagi bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan, tapi akan lebih baik lagi jika ASI tetap diberikan hingga bayi berusia 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga membuat ikatan emosional antara ibu dan anaknya menjadi lebih kuat, hal ini juga yang membuat perilaku anak yang diberik ASI lebih baik daripada anak yang tidak mendapatkan ASI sama sekali. *http://health.detik.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-6269991152324774154?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/6269991152324774154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2010/02/perilaku-buruk-orang-dewasa-diduga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/6269991152324774154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/6269991152324774154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2010/02/perilaku-buruk-orang-dewasa-diduga.html' title='Perilaku Buruk Orang Dewasa Diduga Kurang ASI Saat Bayi'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-1692731074430589185</id><published>2009-11-30T13:59:00.001+07:00</published><updated>2009-11-30T14:01:51.782+07:00</updated><title type='text'>Suamiku Bukan Lelaki Sempurna.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dulu di tengah hangatnya teh panas dan sepotong rotii di pagi hari, saya dan teman-teman satu kos sering ngobrol tentang sosok ikhwan atau suami ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kami seorang ikhwan yang paham agama pastilah sosok yang amat ’super’. Super ngemong, sabar, romantis, dan sebagainya, tiada cela dan noda. Dalam pikiran polos kami saat itu, seorang ikhwan itu pasti ittibaussunnah dalam segala hal, termasuk dalam berumah tangga.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seiring berjalannya waktu akhirnya saya menyadari, ternyata dulu kami melupakan satu hal. Yaitu bahwa seorang ikhwan adalah juga manusia, yang tentu saja memiliki sifat “manusiawi”. Mereka pun memiliki sederet masalah, dan mereka bukan malaikat. Jadi, tidak layak tentunya jika berbagai tuntutan kita bebankan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun harapan adalah sah-sah saja. Hanya saja, jangan kaget setelah bertemu realita. Setelah menikah, menyatukan dua hati yang berbeda bukanlah hal mudah. Menginginkan sosok suami yang bisa menyelesaikan konflik tanpa menyisakan sedikit pun sakit hati atau masalah adalah harapan berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi mengharap suami yang full romantis di antara sekian beban yang ditanggungnya. Suami kita hanyalah laki-laki biasa yang punya masa lalu dan latar belakang berbeda dengan kita. Mereka seperti kita juga, punya banyak kelemahan di samping kelebihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apakah harus kecewa kalau sudah dapat suami tapi masih jauh dari harapan waktu muda? Tidak juga. Hal terpenting adalah jangan lagi berandai-andai dan mengeluh. Berpikirlah progresif, jangan regresif. Pikirkan solusi, jangan mempertajam konflik atau mendramatisir keadaan. Komunikasikan apa yang ada dalam benak kita dalam situasi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitrah wanita dengan porsi perasaan yang lebih dominan seharusnya menjadikan kaum hawa lebih pintar memilih waktu curhat yang tepat. Sikap “nrimo” atas kekurangan suami bisa jadi pilihan tepat untuk mengurangi tingkat kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepnya semakin Anda melihat perbedaan, semakin terluka hati ini (self-fulfilling prophecy).   Jadi, carilah titik persamaan untuk meraih kebahagiaan. Dan ingat, dari sekian akhwat yang ada, Andalah yang terpilih untuk menjadi belahan hatinya. Karena itu cintailah suami Anda apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para akhwat yang belum menikah, tetaplah “memanusiakan” manusia. Para ikhwan itu adalah seperti diri kita juga. Mereka bukan Superman. Ingat pula bahwa jodoh ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetaplah perbaiki diri baik secara dien maupun fisik. Masalah siapa suami dan bagaimana sosok suami kita kelak adalah hak prerogatif Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkirkan sederetan tuntutan “super” bagi calon suami. Semakin banyak tuntutan, bila tak terpenuhi akan membuat tingkat kekecewaan semakin tinggi. Percayalah pada janji Allah, bahwa suami yang baik adalah untuk istri yang baik pula, insya Allah. Lagi pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menegaskan dalam salah satu haditsnya bahwa memilih suami adalah karena ketinggian agama dan akhlaknya, bukan prioritas sekunder lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, yuk, sembari menyeruput teh panas, kita ganti topik menjadi ~Bagaimana menjadi istri ideal.~ Wallahu a’lam. *&lt;span style="font-style:italic;"&gt;jilbab.or.id&lt;a href="http://jilbab.or.id"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-1692731074430589185?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/1692731074430589185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2009/11/suamiku-bukan-lelaki-sempurna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/1692731074430589185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/1692731074430589185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2009/11/suamiku-bukan-lelaki-sempurna.html' title='Suamiku Bukan Lelaki Sempurna.'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-6552926877394288792</id><published>2008-09-03T09:07:00.000+07:00</published><updated>2008-09-03T09:08:12.948+07:00</updated><title type='text'>Mengajarkan Anak Konsep Bermaafan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Umat muslim baru saja memasuki bulan Ramadhan. Namun meminta maaf sebaiknya tidak menunggu hingga hari Lebaran yang identik dengan kalimat minal aidin wal faidzin. Memaafkan seringkali kata yang yang mudah diucapkan tapi teramat sulit untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah seseorang yang sangat mulia terutama dengan sikapnya yang sangat pemaaf. Sebuah kisah menceritakan beliau menjadi orang pertama yang menjenguk seorang Quraisy kala sakit, meski sebelumnya orang itu tak bosan-bosannya meludahi Rasulullah setiap hari. Sebuah sikap bijak yang menjadi salah satu bukti betapa Rasulullah sangat pemaaf.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Penulis buku Being Happy, Andrew Matthews mengatakan, ketika seseorang tidak memaafkan orang yang menyakitinya maka  satu-satunya orang yang akan dirugikan adalah dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan maaf hendaknya dilatih sejak dini, saat anak mulai bisa berbicara. Hanya saja, pada usia anak bawah tiga tahun (batita), mengajarkan anak meminta maaf masih sebatas pengkondisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat, anak usia batita masih memiliki sifat egosentris yang tinggi sehingga biasanya mau menang sendiri. Kemudian, setelah anak berusia 3 tahun keatas, maka anak akan lebih mengerti pada situasi apa dia meminta maaf. Terutama, jika dia melihat orangtuanya juga meminta maaf jika melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsultan anak prasekolah, batita dan bayi yang tinggal di Oakland County Michigan Kathryn Sims meminta agar orangtua tidak terlalu berharap anak batita meminta maaf atau memberi pelukan untuk menyenangkan seseorang atau ‘membereskan situasi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, walau mengucapkan kata-kata maaf atau memeluk, mereka tidak memahami konsep ‘bagaimana perasaan orang lain’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Secara perkembangan, anak batita tidak dapat memakai perspektif orang lain. Kemampuan ini akan datang seiring perkembangan, bukan dari latihan,” papar Sims.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sims berpendapat, tidak ada cara efektif untuk membantu anak batita untuk memulai pengendalian emosi dan perilaku, lantaran semua itu akan tiba dengan sendirinya seiring perkembangan dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perkembangan sosial dan emosional memerlukan waktu, pemahaman dan kesabaran,” tegas Sims.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis buku The Parent’s Toolshop: The Universal Blueprint for Building a Healthy Family Jody Johnston Pawel mengakui, membiasakan anak meminta maaf akan membantu anak menerima tanggung jawab atas suatu kesalahan dan memberi sarana untuk membuat segala sesuatu baik kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, meminta maaf juga membantu anak yang diibaratkan mengeluarkan diri dari lubang kesalahan, menjernihkan udara yang sesak oleh ketegangan, membantu memperbaiki hubungan, dan memberi permulaan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya meminta maaf bersungguh-sungguh secara tulus, baru bisa dipahami anak pada usia sekolah dasar. Pada masa itu, anak-anak sudah lebih bisa mengerti mengenai hal-hal yang abstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Permintaan maaf dari hati secara tulus memang bersifat abstrak, tapi kesalahannya bersifat konkrit. Misalnya, buku yang rusak akibat perbiatannya, atau temannya yang terluka karena dipukul. Jadi untuk anak usia SD, mereka bisa lebih mudah mengerti,” jelasnya. (republika.co.id)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-6552926877394288792?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/6552926877394288792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2008/09/mengajarkan-anak-konsep-bermaafan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/6552926877394288792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/6552926877394288792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2008/09/mengajarkan-anak-konsep-bermaafan.html' title='Mengajarkan Anak Konsep Bermaafan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-1992591437296828206</id><published>2008-03-25T10:38:00.002+07:00</published><updated>2008-03-25T10:42:27.590+07:00</updated><title type='text'>Ingin Jantung Sehat? Menikahlah yang Harmonis!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pernikahan yang harmonis ternyata akan meningkatkan kesehatan. Khususnya jantung. Demikian hasil penelitian ilmuwan Brigham Young University Amerika Serikat (AS). Pernikahan yang harmonis berperan besar dalam menjaga tekanan darah seseorang. Sementara itu,  pernikahan yang tidak harmonis membuahkan tekanan darah yang lebih tinggi kepada pasangan suami-istri daripada orang dewasa lajang.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Riset terkini menunjukkan, orang dewasa yang menikah bahagia mempunyai tekanan darah lebih rendah daripada bujangan, meskipun kaum lajang tersebut memiliki hubungan pertemanan yang mendukung. Secara langsung ini menunjukkan bahwa pernikahan adalah masalah kesehatan jantung. Demikian ungkap Holt-Lunstad, psikolog yang meneliti masalah kesehatan dan hubungan manusia di Brigham Young University (BYU), AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dilaporkan www.sciencedaily.com 21 Maret 2008, Julianne Holt-Lunstad, profesor di Brigham Young University (BYU), AS, menemukan bahwa kaum adam dan hawa yang menikah bahagia memiliki tekanan darah harian 4 angka lebih rendah dibandingkan dewasa lajang. Memiliki sahabat yang mendukung tidak membuat tekanan darah lebih baik bagi kaum lajang ataupun mereka yang menikah tapi tidak bahagia. Apa yang diungkap ini merupakan kejutan bagi profesor Holt-Lunstad dan timnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terlihat ada manfaat kesehatan dari pernikahan,” kata profesor Holt-Lunstad. “Tidak hanya menikah yang berguna bagi kesehatan –yang sebenarnya paling melindungi kesehatan adalah pernikahan yang bahagia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran pula, penelitian tersebut menemukan hal sebaliknya: kalangan dewasa yang menikah tapi tidak bahagia bertekanan darah lebih tinggi dibandingkan mereka yang menikah bahagia dan dewasa bujang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti itu melibatkan 204 dewasa menikah dan 99 dewasa bujang. Pada tubuh mereka dipasang alat perekam tekanan darah selama 24 jam tanpa dilepas. Alat tersebut merekam tekanan darah secara acak sepanjang hari – bahkan saat mereka tidur. Sekitar 72 kali alat ini mengambil sampel tekanan darah mereka yang menjadi obyek penelitian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami ingin merekam tekanan darah peserta ketika mereka tengah melakukan kegiatan apa pun dalam kehidupan keseharian,” papar Holt-Lunstad.&lt;br /&gt;“Mendapatkan satu atau dua pengukuran di tempat pemeriksaan sebenarnya tidak mewakili fluktuasi tekanan darah yang terjadi sepanjang hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh peserta yang diteliti menjawab pertanyaan seputar daftar nama-nama rekan dalam jaringan persahabatannya, serta pertanyaan mengenai keadaan hubungan persahabatan itu. Peserta yang sudah menikah melengkapi pula pertanyaan tentang kondisi hubungan mereka dengan suami atau istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alat pencatat tekanan darah yang berfungsi siang dan malam, peneliti itu dapat mengetahui bahwa tekanan darah dewasa yang sudah menikah – khususnya yang menikah bahagia – menurun ke tingkat lebih rendah daripada kaum lajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penelitian telah memperlihatkan bahwa orang yang tekanan darahnya tetap tinggi sepanjang malam jauh lebih beresika terkena masalah jantung dan pembuluh darah dibandingkan orang yang tekanan darahnya menurun,” ujar Holt-Lunstad.&lt;br /&gt;Holt-Lunstad berujar, pasangan menikah dapat mendorong kebiasaan sehat, misalnya saling menasehati untuk ke dokter dan mengkonsumsi makanan sehat. Hubungan pernikahan juga merupakan sumber dukungan emosional di waktu sedih dan gembira. Berbagi berita baik antara suami dan istri, misalnya, menimbulkan emosi positif, yang akhirnya mendorong fungsi tubuh. *&lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=6571&amp;Itemid=1"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-1992591437296828206?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/1992591437296828206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2008/03/ingin-jantung-sehat-menikahlah-yang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/1992591437296828206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/1992591437296828206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2008/03/ingin-jantung-sehat-menikahlah-yang.html' title='Ingin Jantung Sehat? Menikahlah yang Harmonis!'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-36734230125649904</id><published>2008-01-16T08:22:00.000+07:00</published><updated>2008-01-16T08:30:15.463+07:00</updated><title type='text'>Jilbab Bagi Muslimah Tidak Wajib??!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Penulis : Abi Abdullah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di akhir zaman ini, banyak orang yang berani berfatwa dengan menabrak kesepakatan para ulama, keluar dari kaidah belajar ilmu fiqh yang disepakati, mencari pendapat-pendapat yang syadz (nyleneh), bagi orang yang benar-benar mempelajari fiqh tidak tertutup lubang-lubang kelemahan mereka. Semua ini mereka lakukan hanya demi memuaskan orang-orang kafir bahwa Islam itu toleran, mengikuti zaman, padahal kelemahan pendapat mereka itu amat sangat mereka sadari.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirisnya lagi, hal tersebut dilakukan oleh orang-orang yang katanya bergelar doktor atau bahkan profesor, lalu diajarkan dengan penuh semangat di universitas-universitas yang sebagian besar (tidak seluruhnya) para pengajarnya belajar dari negara-negara sekular dan kuffar, atau ada pula yang belajar dari negara Islam tapi pada orang-orang yang sudah nyleneh pula dan dikenal menjadi kolaborator kuffar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari fatwa yang demikian itu adalah bahwa Jilbab itu tidak wajib, atau merupakan masalah ijtihadiyah, atau masalah khilafiyyah, sehingga dalil hukumnya bersifat relatif dan tidak mengikat, demikianlah salah satu igauan mereka di siang-bolong, yang jika kita teliti fatwa-fatwa mereka itu nampaklah pemutarbalikan fakta di mana-mana, perancuan dalil yang shahih dengan yang dha'if, memaksakan diri menggunakan tafsir bir ra'yil qabih/tafsir dengan logika yang sesat (karena ada juga tafsir yang bir ra'yi shahih/logika tapi terbimbing oleh wahyu), dan mereka ini secara sengaja menjauhi tafsir bil ma'tsur (tafsir menggunakan dalil, karena akan menghancurleburkan semua pijakan mereka itu), mereka juga menggunakan kaidah ushul-fiqh secara terbalik-balik sesuai hawa nafsu mereka sendiri, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kesemuanya itu hanya menunjukkan ashabiyyah (fanatisme) terhadap syahwat dan taqdis (pengkultusan) kepada akal secara berlebihan, yang kesemuanya ini merupakan ciri sebagian aliran mu'tazilah-jadidah (neo-rasionalis) yang kemudian sayap radikalnya bermuara kepada aliran liberal yang menyempal jauh dari ajaran Islam, merupakan mazhab sempalan dalam ajaran Islam, sebagaimana mazhab Syi'ah maupun Khawarij.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ciri kelompok ini adalah pernyataan mereka bahwa dalam syari'at Islam kebenaran sebuah pandangan adalah relatif karena semuanya adalah ijtihad, maka setiap orang berhak untuk memilih mana yang menurutnya benar. Inna liLLLAAHi wa inna ilayhi raaji'uun! Dari mana munculnya igauan seperti ini?! Coba tunjukkan referensi yang mu'tabar (diakui sebagai referensi syari'ah) yang menyebutkannya?! Kecuali referensi para orientalis atau murid-muridnya, maka tidak ada jumhur-ulama yang mengakuinya kecuali kalangan orientalis dan para pengikut-pengikutnya, semoga mereka diberi hidayah sehingga kembali ke jalan Islam yang lurus, aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makna Menutup Aurat dan Jilbab&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Aurat dalam bahasa Arab bermakna keburukan manusia [1], atau celah/kekurangan[2]. Adapun menurut syari'ah didefinisikan sebagai apa-apa yang diwajibkan untuk ditutupi dan diharamkan untuk dipandang [3].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jilbab berbeda dengan kerudung (khumur) [4], karena jilbab adalah baju kurung yang panjang/jubah [5] yang digunakan agar menutupi seluruh yang di bawahnya. Ia merupakan kain yang diselubungkan di atas kerudung [6], atau sejenis kain selubung/semacam mantel (milhafah) [7].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aurat Wanita yang Wajib Ditutup dalam Al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Yang wajib berjilbab bukan hanya istri Nabi saja. "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [8].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam At-Thabari bahwa maknanya, ALLAH SWT berfirman pada nabi SAW, "Hai Nabi, katakan pada istrimu, anak-anakmu, dan wanita muslimah : Janganlah kalian menyerupai wanita-wanita lain dalam cara berpakaiannya (yatasyabbahna bil ima'i fi libasihinna), yaitu dengan membiarkan rambut dan wajah terbuka, melainkan tutup semua itu dengan jilbab [9].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Ibnu Katsir bahwa maknanya, ALLAH SWT menyampaikan kepada NabiNYA agar memerintahkan kepada semua wanita muslimah agar menjaga kehormatan mereka dan agar mereka berbeda dengan cara berpakaiannya wanita jahiliyyah, yaitu hendaklah gunakan jilbab [10].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Asy-Syaukaniy bahwa ayat ini sabab-nuzulnya adalah berkenaan dengan peristiwa keluarnya Saudah RA yang dicela oleh Umar RA, lalu turun ayat ini yang membolehkan wanita keluar rumah untuk suatu kepentingan asal mereka menutup jilbabnya [11].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ayat ini tidak ada kaitannya dengan Haditsul 'Ifki. Di antara salah satu kedunguan mereka dan tidak berilmunya mereka dan guru-guru mereka, adalah kata-kata mereka bahwa asbab-nuzul ayat ini berkaitan dengan peristiwa haditsul-'ifki pada Ummul Mu'minin Aisyah RA. Laa hawla walaa quwwata illa biLLAAH. Persis sebagaimana dalam pepatah Arab dikatakan : Saarat Musyarriqah wa sirta Mugharriban, Syattaana baynal Musyarriq wa Mugharrib (Ia berjalan ke Timur tapi engkau malah berjalan ke Barat, ketahuilah sungguh amat jauh jaraknya antara Timur dan Barat itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui bahwa peristiwa Al-'Ifki itu turun berkenaan dengan QS. An-Nuur [12], tidak ada hubungannya dengan QS. Al-Ahzab, karena surah Al-Ahzab turun berkenaan dengan itu, melainkan berkenaan dengan bantahan kepada orang-orang Munafiq Madinah seperti Ibnu Ubay dan lain-lain yang didatangi tokoh-tokoh Quraisy Makkah ba'da perang Uhud, lalu mereka takut Nabi SAW akan mengetahui mereka, maka turun surah ini untuk meneguhkan Nabi SAW dan membantah mereka [13].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Ayat ini tidak bisa menggunakan kaidah fiqh. Al-'Ibratu Bikhushushi Sabab La Bi Umumi Lafzh (Hukum itu Berdasarkan Khususnya Sebab Bukan Umumnya Lafzh). Salah satu bentuk kerancuan berfikir mereka menyimpangkan kaidah secara tidak benar untuk mengelabui orang-orang bodoh, karena memang hanya orang bodoh saja yang tertarik pada pendapat mereka, bahwa sudah jelas-jelas ayat tersebut menyatakan : Qul Li Azwajika wa Banatika wa Nisa'il Mu'mina (Katakan pada istrimu, anakmu, dan PARA WANITA MUSLIMAH), lalu tiba-tiba mereka bicara tentang kaidah berdasarkan khususnya sabab saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan sabab-nuzulnya saja sudah ngawur di atas, lalu bertambah ngawur lagi dalam menggunakan kaidah ini sementara khithab ayat ini bersifat umum dan tidak bisa di-takhshish. Mengapa mereka sampai berfikir dengan kaidah terbalik-balik demikian?! Karena kebohongan dan tidak menjaga amanah ilmiah, sudah mendarah-daging dalam diri mereka dan diajarkan juga oleh guru-guru mereka, sehingga memutar balik hukum, dalil, dan ayat tidak menjadi masalah buat mereka, yang penting hawa-nafsu mereka terpuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau perlu mengambil dalil fiqh dan hadits dari kitab sastra juga tak apa, yang penting berargumen dengan Kitab Kuning supaya nampak "pinter". Kalau ada yang mengerti lalu mengecek dan menunjukkan letak salahnya, cukup mereka katakan saja, "Maaf, salah tulis." kan beres, lalu cari lagi kitab lainnya, siapa tahu tidak ketahuan belangnya. Na'udzu biLLAAHi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Saat turun ayat Jilbab ini, para shahabat wanita langsung melaksanakannya tanpa banyak alasan dan keberatan. Berkata Ibnu Abi Hatim, telah menceritakan kepada kami Abu AbdiLLAAH Azh-Zhahraniy, dari apa yang ditulisnya untukku, telah menceritakan kepadaku AbduRRAZZAQ, telah menceritakan kepadaku Ma'mar, dari Ibnu Khutsaim, dari Shafiyyah binti Syaibah, dari Ummu Salamah berkata, "Semoga ALLAH SWT merahmati para wanita Anshar, pada saat turun ayat ini [14], maka keluarlah semua wanita Anshar seolah-olah di kepala-kepala mereka ada burung Gagak (Al-Ghirban), karena jilbab yang mereka kenakan dengan bahan yang seadanya yang mereka temui saat itu juga." [15].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aurat Wanita dalam As-Sunnah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Hadits Pertama : "Tidak diterima shalat wanita yang sudah haidh (baligh) kecuali menggunakan khimar (kerudung)." [16].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hadits Kedua : "Sesungguhnya Asma' binti Abibakr (saat itu ia masih remaja, pen) masuk ke tempat Nabi SAW menggunakan pakaian yang menampak samar-samar bayang-bayang kulit di bawahnya, maka Nabi SAW berpaling darinya sambil bersabda, "Wahai Asma', sesungguhnya wanita itu jika sudah haidh tidak boleh nampak bagian tubuhnya kecuali ini dan ini," beliau SAW memberi isyarat pada wajah dan tapak tangannya." [17].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Hadits Ketiga : "Ada 2 kelompok manusia penghuni neraka yang belum pernah kulihat (saat beliau SAW hidup, pen); Yang pertama, laki-laki yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang kerjanya memukuli manusia dengannya. Yang kedua, wanita yang berpakaian tetapi telanjang, kalau jalan berlenggang-lenggok menggoda rambutnya seperti punuk unta. 2 kelompok ini tidak masuk Syurga dan tidak bisa mencium bau Syurga, padahal baunya tercium dari jarak sekian dan sekian (jarak yang amat jauh, pen)." [18].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aurat yang Wajib Ditutup Menurut Madzhab yang Empat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menurut Madzhab Hanafi : Aurat Wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan 2 telapak tangannya [19], oleh karenanya kepala wanita adalah aurat yang harus ditutup [20]. Bahkan berkata Imam Hanafi : Kewajiban menutup aurat di depan manusia sudah menjadi ijma' (konsensus semua ulama), demikian pula saat ia shalat walaupun shalatnya sendirian. Maka seandainya saja ada orang yang melakukan shalat dalam keadaan sendirian tidak menutup aurat sekalipun di tempat yang amat gelap-gulita, padahal ia memiliki pakaian yang dapat menutupinya, maka shalatnya batal [21].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menurut Madzhab Maliki : Aurat wanita di depan sesama wanita muslimah adalah sama dengan aurat laki-laki dengan sesama laki-laki (yang tidak boleh terlihat hanya antara pusar sampai lutut, pen) [22], aurat wanita di depan laki-laki muslim adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan 2 tapak tangannya, aurat wanita di depan laki-laki kafir adalah seluruh tubuhnya termasuk wajah dan 2 tapak tangannya [23]. Berkata Imam Malik : Jika seorang wanita merasa wajahnya atau tapak tangannya demikian indahnya sehingga ia amat kuatir orang yang melihatnya terkena fitnah, maka lebih baik ia tutup bagian tersebut (dengan cadar misalnya, pen) [24].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Menurut Madzhab Syafi'i [25] : Aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan 2 tapak tangannya [26], yaitu tapak tangannya yang bagian atas maupun yang bagian bawahnya bukan termasuk aurat, tapi dalam masalah ini madzhab kami ada 2 qaul, namun berkata Al-Muzni bahwa yang kuat ia bukan termasuk aurat [27]. Telapak kaki wanita termasuk aurat [28]. Bagi banci yang menurut kedokteran dominan sifat wanitanya, maka auratnya sama dengan aurat wanita [29]. Berkata Imam Syafi'i : Bukan hanya batas auratnya [30] saja yang harus ditutup, melainkan tidak cukup aurat tersebut ditutupi oleh pakaian yang menutupi seluruhnya jika ia masih ketat/membentuk tubuh [31].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Menurut Madzhab Hanbali : Ada 2 qaul [32], yang pertama menyatakan bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya sampai ke kuku-kukunya [33] berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi, "Al-Mar'atu 'aurah (wanita itu aurat)," dan qaul kedua dikecualikannya wajah dan 2 tapak tangan berdasar hadits larangan bagi wanita menutup keduanya saat Ihram [34], juga sesuai dengan makna ayat "maa zhahara minha (kecuali yang biasa nampak)" [35], maka wajah dan 2 tapak tanganlah makna ayat tersebut karena keduanya tidak mungkin ditutup untuk mengenali orang saat berbisnis dan sebagainya [36], ada juga yang menambahkan kedua tapak kaki [37].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tarjih wal Mulahazhat : Sebab dari adanya perbedaan pendapat ini adalah dalam menafsirkan ayat QS. An-Nur di atas. Apakah maknanya ada yang boleh nampak atau maknanya tidak ada yang boleh nampak bagi wanita. Jumhur fuqaha berpendapat wajah dan 2 tapak tangan bukan aurat bagi wanita. Imam Hanafi menambahkan tapak kaki wanita bukan aurat. Sementara Abubakar bin AbduRRAHMAN dan satu qaul dari Imam Ahmad berpendapat bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang berpendapat bahwa tidak ada yang biasa nampak untuk wanita dan menyatakan seluruh tubuhnya adalah aurat, berdalil dengan menafsirkan ayat ini dengan ayat di surah Al-Ahzab di atas (tafsirul Qur'an bil Qur'an). Adapun kelompok yang menyatakan adanya pengecualian wajah dan 2 tapak tangan berdalil dengan wajibnya membuka kedua hal ini saat haji berdasar hadits-hadits shahih, dan pendapat yang kedua ini lebih kuat. WaLLAAHu a'lam bish Shawaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian wahai para wanita muslimah, jadi bukan menggunakan pendekatan logika atau pendekatan kultural Arab, antropologi, sosiologi, dan yang semacamnya yang tentu saja bisa berbeda-beda. Rambut sama hitam, pendapat bisa berbeda. Melainkan semuanya itu, jika kita bicara syari'ah, harus berdasarkan dalil dan di-istinbath menggunakan metode ilmu syari'ah yang benar dan bukan metode kirata (dikira-kira tapi nyata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang demikian ini, jika kita masih menganggap Al-Qur'an itu adalah firman ALLAH SWT yang terjaga dari kesalahan dan Hadits Shahih adalah sabda Nabi SAW yang ma'shum lepas dari hawa-nafsu, kecuali jika kita anggap Al-Qur'an seperti koran-harian yang bisa direaktualisasi atau hadits Nabi SAW setara dengan ucapan Nietsche atau Juergen Habermas, maka sungguh aku berlindung pada ALLAH SWT dari hal yang demikian bagi diriku sendiri dan seluruh keturunanku, fa ayna tadzhabina ayyuhal muslimah???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Ash-Shihaah Fil Lughah, II/5; Tahdzib Al-Lughah, I/367.&lt;br /&gt;[2] Lisanul Arab, IV/612; Tajul Arus, I/3257.&lt;br /&gt;[3] Al-Fiqh Al-Islamiy, I/738.&lt;br /&gt;[4] Tafsir Ibnu Katsir, VI/481.&lt;br /&gt;[5] Kamus Al-Munawwir, bab Ja-la-ba, halaman 199.&lt;br /&gt;[6] Demikianlah pendapat para mufassir seperti Ibnu Mas'ud, Ubaidah, Qatadah, Hasan Al-Bashri, Said bin Jubair, Ibrahim An-Nakha'i, Atha' Al-Khurasaniy.&lt;br /&gt;[7] Ash-Shihaah, I/101; Demikian pendapat Al-Jauhary berdasarkan sya'ir seorang tokoh wanita dari suku Hudzail, "Berjalanlah ia seorang diri dengan lalai. Yaitu dengan telanjang (hanya berkerudung saja, pen) tanpa berjilbab."&lt;br /&gt;[8] QS. Al-Ahzab, 33 : 59.&lt;br /&gt;[9] Tafsir At-Thabari, XX/324.&lt;br /&gt;[10] Tafsir Ibnu Katsir, VI/481.&lt;br /&gt;[11] Tafsir Durrul Mantsur, VIII/208. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Al-Baihaqi, dan Ibnu Sa'd.&lt;br /&gt;[12] Shahih Bukhari, no. 2314, 6633; dan Muslim, no. 1697.&lt;br /&gt;[13] Asbab Nuzulil Qur'an, Al-Wahidi, I/126; Tafsir Munir, Az-Zuhayli, XI/247.&lt;br /&gt;[14] QS. Al-Ahzab, 33 : 59.&lt;br /&gt;[15] Tafsir AbduRRAZZAQ, II/101; Ada riwayat lain yang menjadi syawahid atas hadits ini yang diriwayatkan Al-Hasan bin Muslim, dari Shafiyyah binti Syaibah, dari A'isyah RA (Shahih Bukhari, no. 4759).&lt;br /&gt;[16] HR. Abu Daud no. 164; Tirmidzi, II/215-216; Ibnu Majah no. 655; Ibnu Abi Syaibah, II/28; Al-Hakim, I/251; Al-Baihaqi, II/233; Ahmad, VI/150; Di-shahih-kan oleh Albani dalam Al-Irwa', I/214.&lt;br /&gt;[17] HR. Abu Daud, II/138, hadits ini dha'if tapi ada syahid dari hadits Asma' binti Umays RA dari Al-Baihaqi, VII/76; sehingga menjadi hasan. Lihat Al-Irwa', VI/203.&lt;br /&gt;[18] HR. Muslim, XIV/229 hadits no. 5704 (Imam Muslim sampai menamai babnya ini dengan nama : "Wanita-wanita yang Berpakaian tapi Telanjang"); Al-Baihaqi, II/234; Ahmad, II/355.&lt;br /&gt;[19] Al-Ikhtiyar Li Ta'lil Al-Mukhtar, I/4.&lt;br /&gt;[20] Al-Mabsuth, II/64.&lt;br /&gt;[21] Raddul Mukhtar, I/375.&lt;br /&gt;[22] Mawahib Al-Jalil fi Syarh Mukhtashar Syaikh Khalil, IV/16.&lt;br /&gt;[23] Asy-Syarhul Kabir Li Syaikh Ad-Dardir, I/214.&lt;br /&gt;[24] Mawahib Al-Jalil fi Syarh Mukhtashar Syaikh Khalil, IV/24.&lt;br /&gt;[25] Imam Az-Zayadi Asy-Syafi'i dalam Syarhul Muharrar menyebutkan 4 jenis aurat bagi wanita : Pertama, aurat saat shalat, yaitu kecuali wajah dan 2 tapak tangan; Kedua, aurat pandangan dari orang laki-laki, yaitu semuanya termasuk lelaki dilarang memandangi secara terus-menerus wajah dan tangan wanita; Ketiga, aurat di depan suami atau saat sendirian, yaitu sama dengan aurat laki-laki (kecuali pusar dan lutut); Keempat, aurat di depan orang kafir, yaitu seluruh tubuhnya. (Hawasyi Asy-Syairaziy, II/112).&lt;br /&gt;[26] Al-Majmu', III/167.&lt;br /&gt;[27] Raudhatut Thalibin wa 'Umdatul Muftin, I/104.&lt;br /&gt;[28] Al-Umm, I/109.&lt;br /&gt;[29] Fathul Wahhab, I/88.&lt;br /&gt;[30] Aurat ada yang mughalazhah (aurat besar), yaitu 2 kemaluan, dan ada yang ghairu-mughalazhah (aurat kecil). Keduanya harus ditutup.&lt;br /&gt;[31] Al-Qawanin Al-Fiqhiyyah, halaman 54.&lt;br /&gt;[32] Menurut Abul Ma'aliy Al-Hanbali, aurat anak yakni : 1) Sebelum 6 tahun semuanya bisa dilihat; 2) Setelah 6 tahun yang boleh dilihat hanya rambut, betis, dan lengan. Ada juga yang menyatakan seluruh tubuhnya kecuali 2 kemaluan; 3) Setelah 10 tahun sama dengan setelah baligh. (Al-Furu' Libni Muflih, I/476).&lt;br /&gt;[33] Ibid.&lt;br /&gt;[34] Asy-Syarhul Kabir, I/458.&lt;br /&gt;[35] QS. An-Nur, 24/31.&lt;br /&gt;[36] Al-Iqna', I/113.&lt;br /&gt;[37] Al-Furu' Libni Muflih, I/476. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;a href="http://kotasantri.com/duniamuslimah.php?aksi=Detail&amp;sid=230"&gt;Kota Santri.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-36734230125649904?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/36734230125649904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2008/01/jilbab-bagi-muslimah-tidak-wajib.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/36734230125649904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/36734230125649904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2008/01/jilbab-bagi-muslimah-tidak-wajib.html' title='Jilbab Bagi Muslimah Tidak Wajib??!!'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-4027967502286058379</id><published>2008-01-09T14:20:00.000+07:00</published><updated>2008-01-09T14:27:17.741+07:00</updated><title type='text'>Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tanggungjawab, kreativitas dan mampu mengambil keputusan adalah sifat yang akan muncul pada anak jika jiwa wirausaha ditumbuhkan sejak dini. Sifat tersebut merupakan modal bagi keberhasilan hidup anak saat ia dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramalan beberapa ahli tentang gambaran masa depan dunia yang menuntut munculnya jiwa wirausaha pada tiap individu tak dapat disangkal lagi. Persaingan global antar bangsa yang tak mengenal batas antar negara menuntut setiap orang untuk kreatif memunculkan ide-ide baru. Maka mempersiapkan anak agar mempunyai jiwa wirausaha, agaknya jadi satu hal yang penting dilakukan oleh orangtua dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Peran orangtua dan guru&lt;br /&gt;Wirausaha merupakan suatu usaha yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan membutuhkan banyak kreativitas. Rasa tanggung jawab dan kreativitas dapat ditumbuhkan sedini mungkin sejak anak mulai berinteraksi dengan orang dewasa. Orangtua adalah pihak yang bertanggung jawab penuh dalam proses ini. Anak harus diajarkan untuk memotivasi diri untuk bekerja keras, diberi kesempatan untuk bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, peran lingkungan, semisal guru-guru, juga berpengaruh terhadap pembentukan pribadi anak. Mereka bisa berperan dalam membuat anak agar bisa menjadi seorang enterpreneur. Untuk itu, guru harus kreatif mengajar dan membuat soal. â€œBerikan kesempatan untuk berpikir alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, jangan bertanya 5X5 berapa. Tapi, tanyalah berapa kali berapa saja sama dengan 25,â€ kata Zainun Muâ€™tadin, S.Psi, M.Psi, Dosen Psikologi UPI YAI.&lt;br /&gt;Dengan kreativitas orangtua dan guru, anak dilatih memiliki beberapa alternatif jawaban dan solusi. Alternatif tersebut akan melatih anak mampu mengambil keputusan yang tepat dari berbagai pilihan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa wirausaha juga memerlukan motivasi yang bagus, intelegensi yang cukup baik, kreatif, inovatif, dan selalu mencari sesuatu hal yang baru untuk bisa dikembangkan. Sayangnya, menurut Zainun, hal-hal tersebut di sekolah kurang mendapat perhatian. Kebanyakan sekolah masih terfokus pada pengembangan kecerdasan intelegensi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kreativitas masih kurang dikembangkan.&lt;br /&gt;Padahal pengembangan kreativitas akan membuat anak mampu menciptakan hal-hal baru. Kreativitas inilah modal dasar untuk menjadi enterpreuner. Modal penting lainnya adalah sikap bertanggungjawab. Sisi positif lain dari pengembangan sikap ini adalah terbangunnya rasa tanggung jawab pada semua hal yang dilakukan. Menurut Zainun, bila banyak orang di Indonesia memiliki jiwa enterpreunership, maka jumlah koruptor juga akan sedikit. â€œBila kelak anak tersebut dewasa dan mengambil kredit di bank, ia akan bertanggungjawab mengembalikan dan tidak akan kabur,â€ kata psikolog yang menamatkan studinya di UI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan bertahap&lt;br /&gt;Menumbuhan sifat wirausaha pada diri anak memerlukan latihan bertahap. Latihan wirausaha ini bukanlah sesuatu yang rumit. Bentuknya bisa sederhana dan merupakan bagian dari keseharian anak. Misalnya, toilet training untuk melatih anak yang masih ngompol. Tujuan akhirnya sampai anak mampu membuang kotoran di tempatnya, membersihkan kotorannya, dan memakai kembali celananya. Latihan itu dilakukan secara bertahap dan mengajarkan anak untuk bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan lain, misalnya melatih anak untuk dapat membereskan mainan selesai bermain dan meletakkan mainan di tempatnya. Hal ini juga merupakan latihan untuk bertanggungjawab dan awal pengajaran tentang kepemilikan. Ini mainan saya diletakkan di sini. Ini mainan kakak, kalau mau pinjam, harus ijin dulu. Sifat tersebut, menurut Zainun, adalah awal untuk menumbuhkan jiwa wirausaha pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan selanjutnya adalah mengajarkan anak untuk mampu mengelola uang dengan baik. Terangkan pada anak, dari mana uang yang dipakai untuk membiayai rumah tangga. Jelaskan bahwa untuk mendapatkan uang tersebut, orangtua harus bekerja keras. Uang hanya boleh dipakai untuk kebutuhan yang benar-benar perlu. Dengan demikian anak akan menjauhi sikap konsumtif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengajarkan anak mengelola uang, latihan yang perlu diajarkan bukan hanya cara membelanjakan, namun juga menabung, sedekah dan mencari uang. Tentu saja cara ini memerlukan konsistensi orangtua terhadap aturan. Misalnya, saat mengajak anak berbelanja. Catat terlebih dahulu kebutuhan yang akan dibeli. Orangtua harus konsisten untuk tidak belanja di luar catatan belanja. Bila anak mengamuk meminta mainan atau barang kebutuhan lain di luar catatan, maka orangtua harus konsisten untuk membelikannya. Aturan itu harus sudah disepakati sejak awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan seperti ini sudah dapat dilakukan sejak anak berusia dua tahun. â€œJangan anggap anak tidak mengerti apa-apa dengan mengatakan â€˜Ah, masih anak kecilâ€™. Padahal sejak kecil pun anak sudah mampu berkomunikasi,â€ tutur ayah satu orang putra ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis kecil-kecilan&lt;br /&gt;Setelah anak diajarkan mengelola uang, tahap selanjutnya si anak mulai dapat diajarkan berbisnis kecil-kecilan. Biasanya bisa dilakukan pada usia sekolah. Pada usia ini, anak biasanya sudah dapat diajarkan jual beli.&lt;br /&gt;Pada tahap ini anak diajarkan untuk mengenal usaha untuk mendapatkan sesuatu, dengan kata lain bisnis kecil-kecilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, anak bisa diajarkan menjual barang hasil karyanya, saperti es mambo, kue, dan lain-lain. â€œIni tidak disarankan untuk dilatihkan, tapi sebenarnya bisa,â€ ujar Zainun. Syaratnya, tahapan ini bisa dijalankan bila orangtua sudah mengajarkan cara mengelola uang terlebih dahulu. Sehingga anak sudah terbiasa untuk menabung dan mengatur uangnya dengan baik. Dengan demikian uang yang mereka dapat tak segera dihabiskan untuk hal-hal yang tak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang dipakai oleh David Owen, seorang penulis buku di Amerika Serikat, agaknya layak ditiru. Owen mengisahkan tentang bagaimana ia mampu mendorong anak-anaknya menjadi gemar menabung dan penuh perhitungan dalam membelanjakan uang. Ia membuat â€œBank Ayahâ€, khusus untuk anak-anaknya. Prinsip yang dikembangkan dalam "Bank Ayah" adalah pemberian tanggungjawab dan kontrol keuangan secara penuh pada anak sebagai pengelola uang mereka sendiri. Uang anak adalah milik anak, bukan milik orang tua. Bahkan anak juga bebas mencari pendapatan di luar jatah uang saku yang telah mereka dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini "Bank Ayah" berperan dalam melakukan kontrol secara tidak langsung, yaitu dengan mengembangkan prinsip-prinsip perbankan seperti bonus yang dapat menarik minat akan untuk menambah saldo tabungan, juga saldo minimal, yang dapat membatasi jumlah pengambilan uang agar tidak terkuras habis. Dengan ini anak akan benar-benar bertanggungjawab dan berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bank Ayah" ala David Owen ini tidak cuma menjadi daya tarik anak untuk menabung. Lebih dari itu "Bank Ayah" dikelola sebagai sarana pembelajaran dari praktik ekonomi kepada anak dengan bahasa yang sederhana. Dengan sedikit improvisasi, Owen mengubah "Bank Ayah" ini menjadi media latihan berinvestasi pada anak-anaknya. Owen sendiri berhasil mendirikan sebuah perusahaan pialang saham yang bernama "Dad and Coâ€.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sejak dini jiwa wirausaha baik untuk ditanamkan. Inti dari kewirausahaan adalah bagaimana menanamkan cara untuk berusaha, memecahkan permasalahan dan bertanggung jawab penuh atas apa yang dia lakukan. Sangat positif, bukan? *&lt;a href="http://www.ummigroup.co.id/?pilih=lihat&amp;id=27"&gt;Ummigroup.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-4027967502286058379?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/4027967502286058379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2008/01/menumbuhkan-jiwa-wirausaha-sejak-dini.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/4027967502286058379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/4027967502286058379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2008/01/menumbuhkan-jiwa-wirausaha-sejak-dini.html' title='Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-1103611191513717909</id><published>2007-12-27T08:28:00.000+07:00</published><updated>2007-12-27T08:31:20.280+07:00</updated><title type='text'>Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hebat rasanya ketika mendengar ada seorang wanita lulusan sebuah universitas ternama telah bekerja di sebuah perusahaan bonafit dengan gaji jutaan rupiah per bulan. Belum lagi perusahaan sering menugaskan wanita tersebut terbang ke luar negri untuk menyelesaikan urusan perusahaan. Tergambar seolah kesuksesan telah dia raih. Benar seperti itukah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang akan beranggapan demikian. Sesuatu dikatakan sukses lebih dinilai dari segi materi sehingga jika ada sesuatu yang tidak memberi nilai materi akan dianggap remeh. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Cara pandang yang demikian membuat banyak dari wanita muslimah bergeser dari fitrohnya. Berpandangan bahwa sekarang sudah saatnya wanita tidak hanya tinggal di rumah menjadi ibu, tapi sekarang saatnya wanita ’menunjukkan eksistensi diri’ di luar. Menggambarkan seolah-olah tinggal di rumah menjadi seorang ibu adalah hal yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa dapati ketika seorang ibu rumah tangga ditanya teman lama ”Sekarang kerja dimana?” rasanya terasa berat untuk menjawab, berusaha mengalihkan pembicaraan atau menjawab dengan suara lirih sambil tertunduk ”Saya adalah ibu rumah tangga”. Rasanya malu! Apalagi jika teman lama yang menanyakan itu ”sukses” berkarir di sebuah perusahaan besar. Atau kita bisa dapati ketika ada seorang muslimah lulusan universitas ternama dengan prestasi bagus atau bahkan berpredikat cumlaude hendak berkhidmat di rumah menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anak, dia harus berhadapan dengan ”nasehat” dari bapak tercintanya: ”Putriku! Kamu kan sudah sarjana, cumlaude lagi! Sayang kalau cuma di rumah saja ngurus suami dan anak.” Padahal, putri tercintanya hendak berkhidmat dengan sesuatu yang mulia, yaitu sesuatu yang memang menjadi tanggung jawabnya. Disana ia ingin mencari surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Sebagai Seorang Pendidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih al ’Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa perbaikan masyarakat bisa dilakukan dengan dua cara: Pertama, perbaikan secara lahiriah, yaitu perbaikan yang berlangsung di pasar, masjid, dan berbagai urusan lahiriah lainnya. Hal ini banyak didominasi kaum lelaki, karena merekalah yang sering nampak dan keluar rumah. Kedua, perbaikan masyarakat di balik layar, yaitu perbaikan yang dilakukan di dalam rumah. Sebagian besar peran ini diserahkan pada kaum wanita sebab wanita merupakan pengurus rumah. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa kalian, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan generasi suatu bangsa adalah pertama kali berada di buaian para ibu. Ini berarti seorang ibu telah mengambil jatah yang besar dalam pembentukan pribadi sebuah generasi. Ini adalah tugas yang besar! Mengajari mereka kalimat Laa Ilaaha Illallah, menancapkan tauhid ke dada-dada mereka, menanamkan kecintaan pada Al Quran dan As Sunah sebagai pedoman hidup, kecintaan pada ilmu, kecintaan pada Al Haq, mengajari mereka bagaimana beribadah pada Allah yang telah menciptakan mereka, mengajari mereka akhlak-akhlak mulia, mengajari mereka bagaimana menjadi pemberani tapi tidak sombong, mengajari mereka untuk bersyukur, mengajari bersabar, mengajari mereka arti disiplin, tanggung jawab, mengajari mereka rasa empati, menghargai orang lain, memaafkan, dan masih banyak lagi. Termasuk di dalamnya hal yang menurut banyak orang dianggap sebagai sesuatu yang kecil dan remeh, seperti mengajarkan pada anak adab ke kamar mandi. Bukan hanya sekedar supaya anak tau bahwa masuk kamar mandi itu dengan kaki kiri, tapi bagaimana supaya hal semacam itu bisa menjadi kebiasaan yang lekat padanya. Butuh ketelatenan dan kesabaran untuk membiasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Tanggung Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya: ”Peliharalah dirimu dan keluargamu!” di atas menggunakan Fi’il Amr (kata kerja perintah) yang menunjukkan bahwa hukumnya wajib. Oleh karena itu semua kaum muslimin yang mempunyai keluarga wajib menyelamatkan diri dan keluarga dari bahaya api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Surat At Tahrim ayat ke-6 ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu berkata, ”Ajarkan kebaikan kepada dirimu dan keluargamu.” (Diriwayatkan oleh Al Hakim dalam Mustadrak-nya (IV/494), dan ia mengatakan hadist ini shahih berdasarkan syarat Bukhari dan Muslim, sekalipun keduanya tidak mengeluarkannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muqatil mengatakan bahwa maksud ayat tersebut adalah, setiap muslim harus mendidik diri dan keluarganya dengan cara memerintahkan mereka untuk mengerjakan kebaikan dan melarang mereka dari perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qoyyim menjelaskan bahwa beberapa ulama mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan meminta pertanggungjawaban setiap orang tua tentang anaknya pada hari kiamat sebelum si anak sendiri meminta pertanggungjawaban orang tuanya. Sebagaimana seorang ayah itu mempunyai hak atas anaknya, maka anak pun mempunyai hak atas ayahnya. Jika Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ”Kami wajibkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya.” (QS. Al Ankabut: 7), maka disamping itu Allah juga berfirman, ”Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang berbahan bakar manusia dan batu.” (QS. At Tahrim: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qoyyim selanjutnya menjelaskan bahwa barang siapa yang mengabaikan pendidikan anaknya dalam hal-hal yang bermanfaat baginya, lalu ia membiarkan begitu saja, berarti telah melakukan kesalahan besar. Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua yang acuh tak acuh terhadap anak mereka, tidak mau mengajarkan kewajiban dan sunnah agama. Mereka menyia-nyiakan anak ketika masih kecil sehingga mereka tidak bisa mengambil keuntungan dari anak mereka ketika dewasa, sang anak pun tidak bisa menjadi anak yang bermanfaat bagi ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil yang lain diantaranya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya:&lt;br /&gt;”dan berilah peringatan kepada kerabatmu yang dekat.” (QS asy Syu’ara’: 214)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar radhiyallahu ’anhuma mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), ”Kaum lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya di rumah, dia bertanggung jawab atas keluarganya. Wanita pun pemimpin yang mengurusi rumah suami dan anak-anaknya. Dia pun bertanggung jawab atas diri mereka. Budak seorang pria pun jadi pemimpin mengurusi harta tuannya, dia pun bertanggung jawab atas kepengurusannya. Kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari 2/91)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan di atas, nampak jelas bahwa setiap insan yang ada hubungan keluarga dan kerabat hendaknya saling bekerja sama, saling menasehati dan turut mendidik keluarga. Utamanya orang tua kepada anak, karena mereka sangat membutuhkan bimbingannya. Orang tua hendaknya memelihara fitrah anak agar tidak kena noda syirik dan dosa-dosa lainnya. Ini adalah tanggung jawab yang besar yang kita akan dimintai pertanggungjawaban tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa Menanam, Dia akan Menuai Benih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hati seorang ibu melihat anak-anaknya tumbuh? Ketika tabungan anak kita yang usia 5 tahun mulai menumpuk, ”Mau untuk apa nak, tabungannya?” Mata rasanya haru ketika seketika anak menjawab ”Mau buat beli CD murotal, Mi!” padahal anak-anak lain kebanyakan akan menjawab ”Mau buat beli PS!” Atau ketika ditanya tentang cita-cita, ”Adek pengen jadi ulama!” Haru! mendengar jawaban ini dari seorang anak tatkala ana-anak seusianya bermimpi ”pengen jadi Superman!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa seperti ini bagaimana membentuknya? Butuh seorang pendidik yang ulet dan telaten. Bersungguh-sungguh, dengan tekad yang kuat. Seorang yang sabar untuk setiap hari menempa dengan dibekali ilmu yang kuat. Penuh dengan tawakal dan bergantung pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lalu… jika seperti ini, bisakah kita begitu saja menitipkannya pada pembantu atau membiarkan anak tumbuh begitu saja?? Kita sama-sama tau lingkungan kita bagaimana (TV, media, masyarakat,…) Siapa lagi kalau bukan kita, wahai para ibu -atau calon ibu-?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita memahami besarnya peran dan tanggung jawab seorang ibu sebagai seorang pendidik, melihat realita yang ada sekarang sepertinya keadaannya menyedihkan! Tidak semua memang, tapi banyak dari para ibu yang mereka sibuk bekerja dan tidak memperhatikan bagaimana pendidikan anak mereka. Tidak memperhatikan bagaimana aqidah mereka, apakah terkotori dengan syirik atau tidak. Bagaimana ibadah mereka, apakah sholat mereka telah benar atau tidak, atau bahkan malah tidak mengerjakannya… Bagaimana mungkin pekerjaan menancapkan tauhid di dada-dada generasi muslim bisa dibandingkan dengan gaji jutaan rupiah di perusahaan bonafit? Sungguh! sangat jauh perbandingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya lagi, banyak ibu-ibu yang sebenarnya tinggal di rumah namun tidak juga mereka memperhatikan pendidikan anaknya, bagaimana kepribadian anak mereka dibentuk. Penulis sempat sebentar tinggal di daerah yang sebagian besar ibu-ibu nya menetap di rumah tapi sangat acuh dengan pendidikan anak-anak mereka. Membesarkan anak seolah hanya sekedar memberinya makan. Sedih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal anak adalah investasi bagi orang tua di dunia dan akhirat! Setiap upaya yang kita lakukan demi mendidiknya dengan ikhlas adalah suatu kebajikan. Setiap kebajikan akan mendapat balasan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak inginkah hari kita terisi dengannya? Atau memang yang kita inginkan adalah kesuksesan karir anak kita, meraih hidup yang berkecukupan, cukup untuk membeli rumah mewah, cukup untuk membeli mobil mentereng, cukup untuk membayar 10 pembantu, mempunyai keluarga yang bahagia, berakhir pekan di villa. Tanpa memperhatikan bagaimana aqidah, bagaimana ibadah, asal tidak bertengkar dan bisa senyum dan tertawa ria di rumah, disebutlah itu dengan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usia senja, mata mulai rabun, tulang mulai rapuh, atau bahkan tubuh ini hanya mampu berbaring dan tak bisa bangkit dari ranjang untuk sekedar berjalan. Siapa yang mau mengurus kita kalau kita tidak pernah mendidik anak-anak kita? Bukankah mereka sedang sibuk dengan karir mereka yang dulu pernah kita banggakan, atau mungkin sedang asik dengan istri dan anak-anak mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malaikat maut telah datang, ketika jasad telah dimasukkan ke kubur, ketika diri sangat membutuhkan doa padahal pada hari itu diri ini sudah tidak mampu berbuat banyak karena pintu amal telah ditutup, Siapakah yang mendoakan kita kalau kita tidak pernah mengajari anak-anak kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu…&lt;br /&gt;Masihkah kita mengatakan jabatan ibu rumah tangga dengan kata ’cuma’? dengan tertunduk dan suara lirih karena malu? Wallahu a’lam *&lt;a href="http://muslimah.or.id/2007/12/16/bangga-menjadi-ibu-rumah-tangga/"&gt;Muslimah.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-1103611191513717909?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/1103611191513717909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/12/bangga-menjadi-ibu-rumah-tangga.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/1103611191513717909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/1103611191513717909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/12/bangga-menjadi-ibu-rumah-tangga.html' title='Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-4438827026066672093</id><published>2007-11-30T14:57:00.000+07:00</published><updated>2007-11-29T15:11:16.772+07:00</updated><title type='text'>Tipe Wanita dalam Al-Quran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketika memasuki sebuah showroom, butik, atau toko yang menjual pakaian wanita, kita akan mendapatkan pakaian dalam berbagai bentuk, corak, dan ragamnya. Mau pilih yang mana? Semuanya terserah kita. Sebab kita sendiri yang akan memakainya. Kita pula yang akan menerima konsekuensi dari memakai pakaian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian dapat kita analogikan dengan kepribadian. Seperti halnya pakaian, kepribadian wanita pun memiliki beragam jenis dan corak. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Kita diberi kebebasan untuk memilih tipe mana saja yang paling disukainya. Namun ingat, dalam setiap pilihan ada tanggung jawab yang harus dipikul. Karena itu, agar tidak menyesal di kemudian hari, Al-Qur'an memberi tuntunan kepada orang-orang beriman (khususnya Muslimah) agar tidak salah dalam memilih kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada lima tipe wanita dalam Al-Qur'an, yakni, &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, tipe pejuang. Wanita tipe pejuang memiliki kepribadian kuat. Ia berani menanggung risiko apa pun saat keimanannya diusik dan kehormatannya dilecehkan. Tipe ini diwakili oleh Siti Asiyah binti Mazahim, istri Fir'aun. Walau berada dalam cengkraman Fir'aun, Asiyah mampu menjaga aqidah dan harga dirinya sebagai seorang Muslimah. Asiyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan Fir'aun. Allah SWT mengabadikan do'anya, "Dan Allah menjadikan perempuan Fir'aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdo'a : Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim." (QS. At-Tahriim [66] : 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, tipe wanita shalihah yang menjaga kesucian dirinya. Tipe ini diwakili Maryam binti Imran. Hari-harinya ia isi dengan ketaatan kepada Allah. Ia pun sangat konsisten menjaga kesucian dirinya. "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!" demikian ungkap Maryam (QS. Maryam [19] : 20). Karena keutamaan inilah, Allah SWT mengabadikan namanya sebagai nama salah satu surat dalam Al-Qur'an (QS. Maryam [19]). Maryam pun diamanahi untuk mengasuh dan membesarkan Kekasih Allah, Isa putra Maryam (QS. Maryam [19] : 16-34). Allah SWT memuliakan Maryam bukan karena kecantikannya, namun karena keshalihan dan kesuciannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, tipe penghasut, tukang fitnah, dan biang gosip. Tipe ini diwakili Hindun, istrinya Abu Lahab. Al-Qur'an menjulukinya sebagai "pembawa kayu bakar" alias penyebar fitnah. Dalam istilah sekarang, wanita penyiram bensin. "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. demikian pula istrinya, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut." (QS. Al-Lahab [111] : 1-5). Bersama suaminya, Hindun bahu membahu menentang dakwah Rasulullah SAW, menyebar fitnah, dan melakukan kezaliman. Isu yang awalnya biasa, menjadi luar biasa ketika diucapkan Hindun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, tipe wanita penggoda. Tipe ini diperankan Zulaikha saat menggoda Nabi Yusuf. Petualangan Zulaikha diungkapkan dalam Al-Qur'an, "Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, "Marilah ke sini." Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung." (QS. Yusuf [12] : 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, tipe wanita pengkhianat dan ingkar terhadap suaminya. Allah SWT memuji wanita yang tidak taat kepada suaminya yang zalim, seperti dilakukan perempuan Fir'aun (QS. At-Tahriim [66] : 11). Namun, pada saat bersamaan Allah pun mengecam perempuan yang bekhianat kepada suaminya (yang shaleh). Istrinya Nabi Nuh dan Nabi Luth mewakili tipe ini. Saat suaminya memperjuangkan kebenaran, mereka malah menjadi pengkhianat dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Difirmankan, "Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)." (QS. At-Tahriim [66] : 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita-wanita yang dikisahkan Al-Qur'an ini hidup ribuan tahun lalu. Namun karakteristik dan sifatnya tetap abadi sampai sekarang. Ada tipe pejuang yang kokoh keimanannya, ada wanita shalihah yang tangguh dalam ibadah dan konsisten menjaga kesucian diri, ada pula tipe penghasut, penggoda, dan pengkhianat. Terserah kita mau pilih yang mana. Bila memilih tipe pertama dan kedua, maka kemuliaan dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan. Sedangkan bila memilih tiga tipe terakhir, kehinaan di dunia dan kesengsaraan akhiratlah akan kita rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. An-Nuur [24] : 34). Wallaahu a'lam. *&lt;a href="http://www.kotasantri.com/duniamuslimah.php?aksi=Detail&amp;sid=222"&gt;Kota Santri.com&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-4438827026066672093?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/4438827026066672093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/11/tipe-wanita-dalam-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/4438827026066672093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/4438827026066672093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/11/tipe-wanita-dalam-al-quran.html' title='Tipe Wanita dalam Al-Quran'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-7443395526437253329</id><published>2007-11-29T14:08:00.000+07:00</published><updated>2007-11-29T14:13:22.266+07:00</updated><title type='text'>Golongan Perempuan Penghuni Syurga</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda, "Empat jenis wanita yang berada di syurga dan empat jenis wanita yang berada di neraka." Dan beliau menyebutnya di antara empat jenis perempuan yang berada di syurga ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.&lt;/span&gt; Perempuan yang menjaga diri dari berbuat haram dan selalu berbakti kepada Allah serta suaminya. Isteri tidak wajib taat suruhan dan arahan suami, apabila suruhan dan arahan itu bertentangan dengan hukum Allah SWT. Imam Al-Ghazali menegaskan, "Seorang isteri wajib mentaati suami sepenuhnya dan memenuhi segala tuntutan suami dari dirinya sekiranya tuntutan itu tidak mengandungi maksiat."&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.&lt;/span&gt; Perempuan yang banyak keturunannya lagi penyabar serta menerima dengan senang hati dengan keadaan yang serba kekurangan (dalam kehidupan) bersama suaminya. Sabda Rasulullah SAW, "Jihad seorang wanita ialah taat pada suami dan menghiaskan diri untuknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.&lt;/span&gt; Perempuan yang bersifat pemalu. Jika suaminya pergi, maka ia menjaga dirinya dan harta suaminya. Jika suaminya datang, ia mengekang mulutnya dari perkataan yang tidak layak kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.&lt;/span&gt; Perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya dan ia mempunyai anak-anak yang masih kecil, lalu ia mengekang dirinya hanya untuk mengurusi anak-anaknya dan mendidik mereka serta memperlakukannya dengan baik kepada mereka dan tidak bersedia kawin karena khawatir anak-anaknya akan tersia-sia (terlantar/terbiar).&lt;br /&gt;*&lt;a href="http://www.kotasantri.com/duniamuslimah.php?aksi=Detail&amp;sid=225"&gt;Kota Santri.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-7443395526437253329?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/7443395526437253329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/11/golongan-perempuan-penghuni-syurga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/7443395526437253329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/7443395526437253329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/11/golongan-perempuan-penghuni-syurga.html' title='Golongan Perempuan Penghuni Syurga'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-6538028091521025194</id><published>2007-09-26T10:32:00.000+07:00</published><updated>2008-01-27T13:01:01.542+07:00</updated><title type='text'>Membiasakan Anak Hidup Bersama Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh: Zulia Ilmawati (Psikolog, Pemerhati Masalah Anak dan Keluarga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang shalih dan shalihah. Anak shalih shalihah merupakan harta yang paling berharga bagi orangtua. Untuk mendapatkan semua itu, tentu harus ada upaya keras dari orangtua dalam mendidik anak. Salah satu yang wajib diajarkan kepada anak adalahsegala hal tentang al-Quran karena ia adalah pedoman hidup manusia.&lt;span class="selengkapnya"&gt; Rasulullah saw. pernah bersabda (yang artinya): "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai Nabimu; mencintai ahlul baitnya; dan membaca al-quran karena orang-orang yang memelihara Al-Quran itu berada dalam lindungan singasana Allah pada hari ketika tidak ada perlindungan selain daripada perlindungan-Nya; mereka beserta para nabiNya dan orang-orang suci."&lt;/span&gt; (HR ath Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberikan khabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar."&lt;/span&gt; (QS Al-Isra�[17]:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kapan al-Quran sebaiknya diajarkan pada anak? Tentu sedini mungkin. Semakin dini semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan sangat bagus jika sejak anak dalam kandungan seolah-olah calon anak kita itu sudah terbiasa� hidup bersama� al-Quran; yakni ketika sang ibu yang mengandungnya, rajin membaca al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7M Agar Anak Selalu Hidup Bersama al-Quran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Mengenalkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat yang paling tepat mengenalkan alQuran adalah ketika anak sudah mulai tertarik dengan buku. Sayang, banyak orangtua yang lebih suka menyimpan al-Quran di rak lemari paling atas. Sesekali perlihatkanlah al-Quran kepada anak sebelum mereka mengenal buku buku lain, apalagi buku dengan gambar-gambar yang lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenalkan al-Quran juga bisa dilakukan dengan mengenalkan terlebih dulu huruf-huruf hijaiyah; bukan mengajarinya membaca, tetapi sekadar memperlihatkannya sebelum anak mengenal A, B, C. D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempelkan gambar-gambar tersebut ditempat yang sering dilihat anak;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lengkapi dengan gambar dan warna yang menarik. Dengan sering melihat, anak akan terpancing untuk bertanya lebih lanjut. Saat itulah kita boleh memperkenalkan huruf-huruf al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Memperdengarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperdengarkan ayat-ayat al-Quran bisa dilakukan secara langsung atau dengan memutar kaset atau CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada teori yang mengatakan bahwa mendengarkan musik klasik pada janin dalam kandungan akan meningkatkan kecerdasan, insya Allah memperdengarkan al-Quran akan jauh lebih baik pengaruhnya bagi bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika ibunya yang membacanya sendiri. Ketika membaca alQuran, suasana hati dan pikiran ibu akan menjadi lebih khusyuk dari tenang. Kondisi seperti ini akan sangat membantu perkembangan psikologis janin yang ada dalam kandungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, secara teoretis kondisi psikologis ibu tentu akan sangat berpengaruh pada perkembangan bayi, khususnya perkembangan psikologisnya. Kondisi stres pada Ibu tentu akan berpengaruh buruk pada kandungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperdengarkan al-Qurari bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja; juga tidak mengenal batas usia anak. Untuk anak-anak yang belum bisa berbicara, insya Allah lantunan ayat al-Quran itu akan terekam dalam memorinya. Jangan aneh kalau tiba-tiba si kecil lancar melafalkan surat al-Fatihah, misalnya, begitu dia bisa berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anak yang lebih besar, memperdengarkan ayat-ayat alQuran (surat-surat pendek) kepadanya terbukti memudahkan sang anak menghapalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Menghapalkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghapalkan al-Quran bisa dimulai sejak anak lancar berbicara. Mulailah dengan surat atau ayat yang pendek atau potongan ayat (misalnya fastabiq al-khayrat, hudan li an-nas, birr al-walidayn, dan sebagainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghapal bisa dilakukan dengan cara sering-sering membacakan ayat-ayat tersebut kepada anak. Lalu latihlah anak untuk menirukannya. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai anak hapal di luar kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa anak-anak adalah masa meniru dan memiliki daya ingat yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua harus menggunakan kesempatan ini dengan baik jika tidak ingin menyesal kehilangan masa emas (golden age) pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar anak lebih mudah mengingat, ayat yang sedang dihapal anak bisa juga sering dibaca ketika ayah menjadi imam atau ketika naik mobil dalam perjalanan. Disamping anak tidak mudah lupa, hal itu juga sebagai upaya membiasakan diri untuk mengisi kesibukan dengan amalan yang bermanfaat. Nabi saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Zat Yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya hapalan Al-Qur�an itu lebih cepat lepasnya daripada seekor unta pada tambatannya. (HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Membaca.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitab Allah maka dia.akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa alif-lam-mim adalah satu huruf. Akan tetapi, alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf. (HR at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh luar biasa pahala dan kebaikan yang dijanjikan kepada siapa saja yang biasa membaca al-Quran. Bimbing dan doronglah anak agar terbiasa membaca al-Quran setiap hari walau cuma beberapa ayat. Orangtua penting memberikan contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah membaca al-Quran, utamanya pada pagi hari usai shalat subuh atau usai shalat magrib, sebagai kegiatan rutin dalam keluarga. Ajaklah anak-anak yang belum bisa membaca untuk bersama-sama mendengarkan kakak-kakaknya yang sedang membaca al-Quran. Orangtua mempunyai kewajiban untuk mengajarkan kaidah-kaidah dan adab membaca al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa membaca al-Quran, termasuk mengetahui kaidah-kaidahnya, sekarang ini tidaklah sulit. Telah banyak metode yang ditawarkan untuk bisa mudah dan cepat membaca. Ada metode Iqra, Qiroati dan sebagainya. Metode-metode itu telah terbukti memudahkan ribuan anak-anak bahkan orangtua untuk mahir membaca al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baiknya membaca al-Quran ini dilakukan secara bersama-sama oleh anak-anak di bawah bimbingan orangtua. Ketika seorang anak membaca, yang lain menyimaknya. Jika anak salah membaca, yang lain bisa membetulkan.Dengan cara itu, rumah akan selalu dipenuhi dengan bacaan al-Quran sehingga berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Menulis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar menulis akan mempermudah anak dalam belajar membaca al-Quran. Diktekan kepada anak kata-kata tertentu yang mempunyai makna. Dengan begitu, selain anak bisa menulis, sekaligus anak belajar bahasa Arab. Mulailah dengan kata-kata pendek. Misalnya, untuk mengenalkan tiga kata alif, ba, dan dal anak diminta menulis a, ba da (tolong tuliskan Arabnya, ya: a-ba-da) artinya diam; ba-da-a (yang ini juga) artinya mulai; dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali di rumah, coba adakan lomba menulis ayat al-Quran. Berilah hadiah untuk anak yang paling rapi menulis. Jika anak memiliki kemampuan yang lebih dalam menulis huruf al-Quran, ia bisa diajari lebih lanjut dengan mempelajari seni kaligrafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian huruf menjadi suku kata yang mengandung arti bertujuan untuk melatih anak dalam memperkaya kosakata, di samping memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya tentang setiap kata yang diucapkan serta mengembangkan cita rasa seni mereka. Jadi, tidak hanya bertujuan mengenalkan huruf-alQuran semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Mengkaji.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaklah anak mulai mengkaji isi al-Quran. Ayah bisa memimpinnya setelah shalat magrib atau subuh. Paling tidak, seminggu sekali kajian sekeluarga ini dilakukan. Tema yang dingkat bisa saja tema-tema yang ingin disampaikan berkaitan dengan perkembangan perilaku anak selama satu minggu atau beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian bersama, dengan merujuk pada satu atau dua ayat al-Quran ini, sekaligus dapat menjadi sarana tawsiyah untuk seluruh anggota keluarga. Sekali waktu, tema yang akan dikaji bisa diserahkan kepada anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya anak diminta untuk memimpin kajian. Orangtua bisa memberi arahan atau koreksi jika ada hal-hal yang kurang tepat. Cara ini sekaligus untuk melatih keberanian anak menyampaikan isi al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Mengamalkan dan memperjuangkan AI-Quran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AI-Quran tentu tidak hanya untuk dibaca, dihapal dan dikaji. Justru yang paling penting adalah diamalkan seluruh isinya dan diperjuangkan agar benar-benar dapat menyinari kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampaikan kepada anak tentang kewajiban mengamalkan serta memperjuangkan al-Quran dan pahala yang akan diraihnya. Insya Allah, hal ini akan memotivasi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada anak juga bisa diceritakan tentang bagaimana para Sahabat dulu yang sangat teguh berpegang pada alQuran; ceritakan pula bagaimana mereka bersama Rasulullah sepanjang hidupnya berjuang agar al-Quran tegak dalam kehidupan. *&lt;a href="http://www.halalguide.info/content/view/641/72/"&gt;Halalguide.info&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-6538028091521025194?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/6538028091521025194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/09/oleh-zulia-ilmawati-psikolog-pemerhati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/6538028091521025194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/6538028091521025194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/09/oleh-zulia-ilmawati-psikolog-pemerhati.html' title='Membiasakan Anak Hidup Bersama Al-Qur&apos;an'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-2094682207742601951</id><published>2007-09-25T10:04:00.000+07:00</published><updated>2007-09-24T10:09:33.584+07:00</updated><title type='text'>Agar Anak Mengenal Makanan/Minuman Halal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Allah Swt. berfirman:&lt;i&gt; Hai sekalian manusia, makanlah yang halal dan baik dari apa saja yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh kalian yang nyata. &lt;/i&gt;(QS Al-Baqarah [2]: 168).&lt;br /&gt;Makan adalah kebutuhan jasmani yang harus dipenuhi. Halal dan baik (halal-an thayyib-an) merupakan syarat utama saat kita mengkonsumsi makanan. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Karena itu, mengetahui makanan halal sangat penting; tidak hanya bagi orangtua, yang bertugas menyediakan makanan untuk anak-anak, tetapi juga bagi anak-anak. Mereka harus mulai dikenalkan dengan makanan halal atau haram agar lebih berhati-hati saat mengkonsumsinya. Bagaimana mengenalkan makanan halal dan haram kepada anak? Tulisan berikut akan memberikan beberapa kiatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Mengenalkan label halal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan untuk selalu membeli makanan yang sudah mendapatkan sertifikat halal dari mulai makanan ringan, jajanan anak-anak sampai memilih rumah makan ketika akan bersantap dengan keluarga. Label halal biasanya berbentuk lingkaran kecil di sudut atas atau bawah kemasan. Di dalamnya terdapat kata halal untuk makanan dalam kemasan dan keterangan (sertifikat halal) dalam bentuk lembaran kertas untuk restoran-restoran atau makanan yang tidak dikemas. Sertifikat halal ini dikeluarkan oleh POM MUI. Meski tidak berarti yang tidak berlabel halal adalah makanan yang haram,  mengenalkan label halal penting demi mendidik anak untuk berhati-hati sebelum membeli.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Mengenalkan kandungan makanan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajari anak-anak untuk mengamati setiap kandungan makanan yang tercantum dalam kemasan. Jika di dalamnya mengandung bahan yang meragukan, seperti gelatin, misalnya, pastikan bahwa yang tercantum adalah gelatin yang berasal dari sapi. Gelatin biasanya terdapat pada makanan yang lembut dan sedikit kenyal, seperti permen lunak, es krim, dan puding. Tiga jenis makanan ini termasuk  makanan favorit anak-anak. Karena itu, dengan mengenalkan komposisi kandungan, anak-anak terdidik untuk berhati-hati sebelum mengkonsumsi makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Memperlihatkan poster barang haram.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poster anti narkoba, misalnya, bisa kita lihat dimana-mana; di berbagai media (massa/elektronik) atau di jalan-jalan raya. Gunakan sarana itu untuk mengenalkan kepada anak makanan yang haram, di antaranya narkoba berikut berbagai bahaya yang ditimbulkan. Narkoba dapat mengganggu kesehatan, melemahkan perasaan dan merusak moral serta menghancurkan generasi. Dengan memperlihatkan poster semacam itu, anak-anak telah dididik  sedari dini untuk mewaspadai makanan/zat yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Menunjukkan makanan yang haram saat Berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, ajaklah anak berbelanja di pasar atau supermarket. Jika ada makanan haram yang di jual di sana, tunjukkanlah kepada mereka. Amatilah baik-baik, misalnya, perbedaan antara daging sapi dan babi; mulai dari warna, tekstur dan sebagainya yang menunjukkan perbedaan itu. Selain daging segar, kepada anak-anak juga bisa diperlihatkan beberapa makanan kaleng yang mengandung bahan babi. Selain makanan, anak juga bisa dikenalkan dengan minuman-minuman beralkohol yang haram dikonsumsi, yang biasanya dijual di supermaket besar; seperti macam-macam bir atau minuman haram lainnya. Tekankan kepada anak-anak bahwa semua itu dilarang oleh Islam dan haram untuk dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Mengunjungi pameran produk halal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada kesempatan, ajaklah anak-anak mengunjungi pameran produk halal. Di tempat pameran akan disajikan makanan dan minuman yang biasanya sudah mendapat sertifikat halal. Anak akan menjadi lebih tahu, ternyata tidak sedikit makanan halal yang bisa dikonsumsi. Anak juga bisa bertanya langsung kepada orang-orang yang menjaga setiap stand sekaligus meminta penjelasan tentang produk makanan yang dipamerkan. Dengan cara itu, anak-anak terbiasa memperhatikan makanan halal dan makin menyadari betapa pentingya soal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Membacakan ayat dan hadis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenalkan makanan halal dan haram juga bisa dilakukan dengan mengenalkan dalil-dalil tentang makanan yang bersumber dari al-Quran atau Hadis Rasulullah saw. Ajaklah anak untuk membaca, mengkaji dan kalau mungkin menghapalkan ayat-ayat dan hadis tersebut. Contohnya ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharamkan atas kalian (memakan) bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembilih atas nama selain Allah; yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang kalian sempat menyembelihnya; dan (diharamkan atas kalian) binatang yang disembelih untuk berhala. (QS al-Maidah [5]: 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah sabda Rasulullah saw. berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْبَحْرُ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut itu suci airnya dan halal bangkainya. (HR at-Tirmidzi, an-Nasa�i, Ibn Majah dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ نَبَتَ لَحْمُهُ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan masuk surga siapa saja yang dagingnya tumbuh dari makanan  yang haram. Neraka lebih utama untuknya. (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Menanamkan kehalalan melalui cara mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain kiat di atas, penting juga diajarkan kepada anak, bahwa makanan yang halal tidak hanya dilihat dari zatnya saja, tetapi juga cara memperolehnya. Makanan yang zatnya halal, tetapi  didapat dengan cara yang haram, menjadi haram juga. Misal, ayam goreng yang halal dimakan, jika didapat dengan cara mengambil bekal temannya saat makan siang di sekolah, menjadi haram. Dengan cara ini, anak juga dididik sedari dini untuk mendapatkan rezeki dengan cara yang halal selalu. Dengan begitu, bibit-bibit korupsi dan tindak kejahatan menyangkut harta lain dengan cara ini sesungguhnya sudah dilibas mulai dari akarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Mengenalkan makanan halal melalui kegiatan makan bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain yang cukup efektif mengenalkan makanan halal kepada anak-anak adalah saat makan bersama. Sebelum acara makan dimulai, ajaklah anak-anak mengamati makanan masing-masing. Selain dari kandungan gizinya dan manfaatnya untuk pertumbuhan anak, jelaskan juga sisi kehalalan. Tanamkan rasa syukur dengan makanan yang sudah tersedia,   sekaligus juga ajarkan tentang adab makan dan minum sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.: membaca doa sebelum makan, menggunakan tangan kanan, tidak berbicara saat makan, tidak mencela makanan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Menunjukkan makanan haram melalui tivi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenalkan makanan haram kepada anak, selain bisa dilakukan secara langsung juga dapat melalui media, misalnya televisi. Di film-film biasanya terdapat adegan orang yang mabuk karena meminum minuman beralkohol. Sampaikan bahwa khamr (minuman beralkohol) haram diminum. (Lihat: QS al-Maidah [5]: 90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. Mengikuti perkembangan info halal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada majalah khusus yang dikeluarkan POM MUI yang bisa kita dapat. Kita juga biasa mengakses langsung melalui internet. Dengan begitu, kita tidak akan tertinggal informasi tentang perkembangan makanan halal, sekaligus kita akan lebih mudah dalam mencari produk halal. Ajaklah anak-anak untuk turut memperhatikan atau membaca media itu. Akan lebih menyenangkan jika anak juga sekali waktu diajak untuk surfing di internet untuk mengetahui makanan yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam biash-shawab. *&lt;a href="http://www.halalguide.info/content/view/1139/1/"&gt;Halalguide.info&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-2094682207742601951?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/2094682207742601951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/09/agar-anak-mengenal-makananminuman-halal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/2094682207742601951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/2094682207742601951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/09/agar-anak-mengenal-makananminuman-halal.html' title='Agar Anak Mengenal Makanan/Minuman Halal'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-8589704551540598775</id><published>2007-09-24T09:53:00.000+07:00</published><updated>2007-09-24T09:56:57.552+07:00</updated><title type='text'>Keteladanan Berawal dari Keluarga</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Anak adalah nikmat dan pemberian Allah SWT yang tak ternilai harganya. Anak ini merupakan amanah bagi kedua orangtuanya untuk kemudian dipertanggung-jawabkan. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengingatkan kepada kita tentang besarnya tanggung jawab mendidik anak, "Barangsiapa yang melalaikan pendidikan anak dengan tidak mengajarkannya hal-hal yang bermanfaat, membiarkan mereka terlantar, maka sungguh dia telah berbuat sangat buruk.&lt;span class="selengkapnya"&gt; Sebagian besar anak yang jatuh ke dalam kerusakan tidak lain karena kesalahan orangtua yang tidak memperhatikan anak-anaknya dan tidak mengajarkan mereka kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya. Sejak kecil mereka ditelantarkan sehingga kelak mereka tidak dapat memberikan manfaat kepada diri sendiri dan orangtuanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah lama disadari bahwa keluarga merupakan pihak yang memiliki pengaruh paling besar terhadap perkembangan anak pada tahun-tahun pertama kehidupannya. Keluarga juga kerap diidentikkan sebagai tempat atau lembaga pengasuhan yang dapat memberi kasih sayang. Keluarga merupakan sumber utama dari sekian sumber-sumber pendidikan nalar seorang anak, dimana ia akan menemukan tata nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Keluarga merupakan unsur terpenting dalam pembentukan kepribadian anak melalui proses perkenalan dan interaksi antara dirinya dengan anggota keluarga di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keteladanan Orangtua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengelola Yayasan Buah Hati, Neno Warisman, mengungkapkan bahwa agama merupakan elemen dasar perkembangan anak. Harus dipahami pula bahwa untuk mengajarkan agama pada tingkat dini dibutuhkan banyak metode. "Orangtua harus sedapat mungkin aktif menggali informasi serta menerapkan metode pengajaran agama yang sudah teruji. Dalam mengajarkan sesuatu kepada anak, kita harus menyertakan hati, telinga, dan mata. Orangtua harus memberikan contoh yang nyata, bukan sekadar nasihat atau perintah. Anak-anak memerlukan keteladanan agar nilai yang hendak disampaikan menjadi lebih bermakna," ungkap Neno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membiasakan anak sejak usia dini untuk mengetahui dan melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan tidak dapat dilakukan tanpa memperhatikan kenyamanan emosi, fisik, dan spiritual anak. Menurut Neno, jika orangtua dapat memfasilitasi ketiganya, maka proses pembelajaran agama akan berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktisi pendidikan anak, Seto Mulyadi, menganggap bahwa peran keluarga sangat penting dalam membina akhlak dan mental anak. Kak Seto, demikian ia akrab dipanggil, menekankan agar orangtua memperhatikan metode dan cara yang tepat dalam memberikan pembelajaran agama kepada anak. Hal ini akan menentukan berhasil tidaknya upaya pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari semua hal yang perlu diajarkan, keteladanan orangtua adalah yang paling utama. Anak-anak akan mudah meniru apa pun yang dilihatnya. Jadi, ketika orangtua menerapkan perilaku terpuji dan bertutur kata yang halus, itu sudah merupakan permulaan pendidikan agama kepada anak-anak," tegas Seto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyampaian nilai-nilai agama sebaiknya dilakukan dalam suasana yang 'berpihak' pada anak. "Jangan ada tekanan, paksaan, atau emosi dari orangtua kepada anak-anaknya. Sebaliknya, jika suasana hangat tercipta, maka anak pun akan mengikuti apa-apa yang disampaikan kepada mereka," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pendidikan, kontinuitas dan kualitas komunikasi antara orangtua dan anak harus dijaga. Seto mengingatkan agar orangtua memiliki kepekaan untuk dapat memahami kegelisahan, keinginan, maupun kegembiraan anak dengan menjadi pendengar yang baik. Di sinilah kemudian oangtua membimbing dan sekaligus menyisipkan jaran agama dalam tingkatan yang mudah dipahami nak. "Melalui cara yang halus dan lembut penuh kasih sayang, saya kira nilai-nilai ajaran agama  bisa lebih mengena pada anak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Visi dan Misi Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana layaknya sebuah organisasi, keluarga harus memiliki visi dan misi. Penentuan visi dan misi hendaknya dilandasi oleh pemahaman mendalam pada ajaran Al-Qur'an dan hadits. Dengan bercermin pada keluarga Rasulullah SAW, kita dapat memetik pelajaran berharga tentang fungsi sebuah organisasi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga merupakan wadah penguatan ruhiyah melalui keteladanan dalam ibadah. Keluarga juga sangat besar pengaruhnya terhadap pengembangan potensi intelektual, spiritual, maupun emosional. Melalui proses berkeluarga, ketiga potensi ini akan mengalami pematangan, percepatan, teruji efektivitas dan efisiensi dalam sinergisitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, orangtua adalah pelopor dalam memberikan pemahaman tentang ilmu agama kepada anak-anak mereka. Keteladanan yang muncul adalah bentuk dakwah paling efektif untuk membuat anak terpesona dengan akhlak yang dicontohkan oleh orangtuanya. Dengan demikian, proses pembelajaran, penerapan, dan dakwah memang semestinya berawal secara alamiah di dalam lingkup keluarga. *&lt;a href="http://www.kotasantri.com/bilik.php?aksi=Detail&amp;sid=762"&gt;Kotasantri.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-8589704551540598775?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/8589704551540598775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/09/keteladanan-berawal-dari-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/8589704551540598775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/8589704551540598775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/09/keteladanan-berawal-dari-keluarga.html' title='Keteladanan Berawal dari Keluarga'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-5876752094991261824</id><published>2007-08-16T09:08:00.000+07:00</published><updated>2007-08-16T09:12:04.259+07:00</updated><title type='text'>Jadi Pendengar yang Baik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menjadi seorang pendengar yang baik tidaklah mudah. Mendengarkan sering dianggap sebagai tindakan pasif dan tidak penting. Padahal mendengarkan merupakan proses aktif dan membutuhkan usaha sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;Seorang pendengar harus memahami dan bersedia memberikan tanggapan atas pesan-pesan pembicara. Mendengarkan berarti menyimak semua perkataannya dan tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjadi pendengar yang baik maka komunikasi pun menjadi lancar untuk kesuksesan dalam pergaulan maupun urusan bisnis. Untuk mendengarkan seseorang berkeluh kesah memang anda dituntut harus menyiapkan diri sendiri menjadi seorang pendengar. Terkadang seseorang hanya butuh untuk didengarkan agar merasa bebannya terangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi pendengar yang baik dibutuhkan latihan. Apalagi yang berkeluh kesah adalah pasangan anda sedang mengalami bad day. Memang terlihat sederhana tetapi belum tentu mudah melakukannya. Jadi ada baiknya anda simak langkah berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan pikiran anda bermain dan melayang sendiri pada lain hal. Jadi cobalah anda untuk konsentrasi saat mendengarkan keluh kesah sang kekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika lingkungan kurang kondusif atau tidak mendukung maka anda bisa atasi pusatkan diri pada pembicaraan yang sedang berlangsung. Yang diperhatikan bukan penampilan, busana atau fisik pasangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temukan apa yang menjadi inti dari permasalahan yang mengganggu. Dengarkan dengan sabar dan responsif hingga pasangan anda selesai bercerita dan jangan diinterupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan gesture yang kondusif dan bersedia untuk mendengarkan dengan baik. Buatlah &lt;i&gt;eye contact&lt;/i&gt; yang nyaman, mengangguklah dengan responsif, beri tanggapan yang perlu seperti tersenyum dan sebagainya yang disesuaikan dengan apa yang dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda dimintai pendapat, jangan tergesa-gesa mengambil kesimpulan. Dengarkan dulu semua secara keseluruhan, ajukan pertanyaan yang tidak menyudutkan, setelah itu anda bisa ungkapkan kesimpulan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pasangan meminta saran anda, berilah dia saran yang masuk akal dan bisa dilakukan secara kongkrit. Tapi bila anda bingung, jangan pura-pura mengetahui akan lebih baik jika anda jujur saja. Paling tidak anda sudah menjadi pendengar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting adalah tetap bersikap rendah hati, terbuka, sabar dan tidak emosi. Semoga anda berhasil menjadi seorang pendengar yang baik dan benar.*&lt;a href="http://www.perempuan.com/index.php?ar_id=10008"&gt;Perempuan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-5876752094991261824?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/5876752094991261824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/08/jadi-pendengar-yang-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/5876752094991261824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/5876752094991261824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/08/jadi-pendengar-yang-baik.html' title='Jadi Pendengar yang Baik'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-7422320477841473138</id><published>2007-07-31T08:26:00.000+07:00</published><updated>2007-07-31T08:31:52.320+07:00</updated><title type='text'>Membangun Keluarga Shaleh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Penulis : Aam Amiruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai keluarga yang shaleh merupakan cita-cita semua orang. Untuk mewujudkannya butuh kesungguhan, kesabaran, dan keuletan dari suami dan istri.  Berikut sejumlah keterangan dari Al-Qur'an dan hadits tentang bagaimana dasar-dasar keluarga yang shaleh itu.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Selalu Bersyukur Saat Mendapatkan Nikmat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Kalau kita mendapat karunia dari Allah SWT berupa harta, ilmu, anak, dan lain-lain, bersyukurlah kepadaNya atas segala nikmat yang telah diberikan tersebut supaya yang ada dalam genggaman kita itu menjadi barakah.&lt;br /&gt;            "Sesungguhnya jika kamu bersyukur (atas segala nikmat yang diberikan), pasti Allah akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih." (QS. Ibrahim [14] : 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Senantiasa Bersabar Saat Ditimpa Kesulitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Semua orang pasti mengharapkan bahwa jalan kehidupannya selalu lancar dan bahagia, namun kenyataannya tidak demikian. Sangat mungkin dalam kehidupan berkeluarga kita menghadapi sejumlah kesulitan dan ujian; berupa kekurangan harta, ditimpa penyakit, dan lain-lain. Nah, sabar merupakan fondasi yang harus kita bangun agar keluarga kita tetap bahagia walaupun sedang ditimpa musibah.&lt;br /&gt;            "Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu, sesungguhnya hal yang demikian itu termasuk, hal-hal yang diwajibkan Allah."  (QS. Lukman [31] : 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Bertawakal Saat Memiliki Rencana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Allah sangat suka kepada orang-orang yang melakukan sesuatu secara terencana. Nabi Muhammad SAW kalau mau melakukan sesuatu yang penting selalu bermusyawarah dengan para sahabatnya. Musyawarah merupakan suatu proses perencanaan. Alangkah indahnya bila suami istri selalu bermusyawarah dalam merencanakan hal-hal yang dianggap penting dalam kehidupan berumah tangga, misalnya masalah pendidikan anak atau tempat tinggal. Kalau kita punya suatu rencana, jangan lupa hasilnya kita pasrahkan kepada Allah SWT, itulah yang disebut tawakal&lt;br /&gt;            "Kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad (menghadapi suatu rencana), maka bertawakallah kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertawakal." (QS. Ali Imran [3] : 159).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Bermusyawarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Suami adalah leader atau pemimpin dalam rumah tangga. Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan-keputusan strategis. Alangkah mulia kalau suami sebagai pemimpin selalu mengajak bermusyawarah kepada istri dan anak-anaknya dalam mengambil keputusan-keputusan penting yang menyangkut urusan keluarga. Hindarkan diri dari sikap otoriter, insya Allah hasil musyawarah itu akan baik.&lt;br /&gt;            "... Dan segala persoalan, di putuskan dengan bermusyawarah di antara mereka..." (QS. Asy-Syuura [42] : 38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Tolong Menolong dalam Kebaikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Menurut Aisyah RA, Rasulullah SAW sebagai suami selalu menolong pekerjaan istrinya. Beliau tidak segan untuk mengerjakan pekerjaan yang dilakukan wanita, seperti mencuci piring/baju, menggendong anak, dan lain-lain. Nah, kalau kita ingin membangun keluarga yang shaleh, suami harus berusaha meringankan beban istri, begitu juga sebaliknya. Jadikan tolong menolong sebagai hiasan berumah tangga.&lt;br /&gt;            "Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran..." (QS. Al-Maidah [4] : 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Senantiasa Memenuhi Janji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Memenuhi janji merupakan bukti kemuliaan seseorang. Sedalam apapun ilmu kita, setinggi apapun kedudukan kita, tapi kalau sering menyalahi janji tentu orang tidak akan lagi percaya kepada kita. Bagaimana kita akan menjadi suami yang dihargai istri dan anak-anak kalau kita sering menyalahi janji kepada mereka?&lt;br /&gt;            "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji." (QS. Al-Maidah [4] : 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Segera Bertaubat Bila Terlanjur Melakukan Kesalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, tak jarang suami istri terjerumus dalam kesalahan. Itu tidak dapat dipungkiri. Apabila suami/istri melakukan kesalahan, hendaklah segera bertaubat dari kesalahan itu.&lt;br /&gt;            "Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali-Imran [3] : 135).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Saling Menasehati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Untuk membentuk keluarga yang shaleh, tentunya dibutuhkan sikap lapang dada dari masing-masing pasangan untuk dapat menerima nasihat ataupun memberikan nasihat kepada pasangannya.&lt;br /&gt;            "Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati dalam hal kesabaran." (QS. Al-Ashr [103] : 1-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Saling Memberi Maaf dan Tidak Segan untuk Minta Maaf Kalau Melakukan Kekeliruan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            "Dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Ali-Imran [3] : 134).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. Berprasangka Baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Suami istri hendaknya selalu berprasangka baik terhadap pasangannya. Sesungguhnya prasangka baik akan menentramkan hati, sehingga konflik dalam keluarga dapat diminimalisir.&lt;br /&gt;            "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain." (QS. Al-Hujurat [49] : 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;11. Mempererat Silaturahmi dengan Keluarga Istri dan Suami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling mengenal." (QS. Al-Hujurat [49] : 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;12. Melakukan Ibadah Secara Berjama'ah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Dengan mengerjakan ibadah secara berjama'ah, ikatan batin antara suami-istri akan lebih erat. Disamping itu pahala yang dijanjikan Allah pun lebih besar.&lt;br /&gt;            "Shalat berjama'ah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendiri-sendiri."&lt;br /&gt;(HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;13. Mencitai Keluarga Istri atau Suami Sebagaimana Mencintai Keluarga Sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Berlaku adil atau tidak berat sebelah adalah hal yang mesti dijalankan oleh masing-masing pasangan agar tercipta suasana saling menghormati Dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;            "Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu, sehingga mencintai saudaranya (keluarga, sahabat, dan sebagainya) seperti mencintai dirinya sendiri." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;14. Memberi Kesempatan kepada Suami atau Istri untuk Menambah Ilmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Kewajiban menuntut ilmu melekat kepada siapapun, termasuk kepada suami/istri, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW, "Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila keempat belas hal di atas dikerjakan secara konsekuen oleh masing-masing pasangan, insya Allah akan tercipta keluarga yang menjadi penyejuk hati.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. *&lt;a href="http://www.kotasantri.com/bilik.php?aksi=Detail&amp;sid=737"&gt;Kota Santri.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-7422320477841473138?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/7422320477841473138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/07/membangun-keluarga-shaleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/7422320477841473138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/7422320477841473138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/07/membangun-keluarga-shaleh.html' title='Membangun Keluarga Shaleh'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-7154133796245293755</id><published>2007-07-27T08:46:00.000+07:00</published><updated>2007-08-15T16:11:09.464+07:00</updated><title type='text'>Don't Cry, Ketika Mencintai, Tak Bisa Menikahi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sungguh, merupakan hal yang sangat menyakitkan hati. Ketika cinta kita ditolak oleh seeorang yang sangat kita harapkan cintanya. Sebahagaian dari kita mungkin akan langsung berfikir sepertinya Allah tidak adil. Langit terasa muram dan tidak bercahaya. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Bukankah cinta kita benar-benar tulus dan murni. Untuk menjaga diri dari dosa, menjaga pandangan, menjaga hati, bahkan demi menjaga kesucian agama-Nya? Apa yang salah pada diri kita? Tidak layakkah kita mendapakan janjinya, "Jika kamu menolong agama (Allah), niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad : 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mahalkah tiket untuk mendapatkan pertolongan-Nya, lantas di manakah janji-Nya, "Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (QS. Al-Mu'min : 60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sebenarnya faktor yang paling utama mengapa keinginanmu belum dikabulkan, padahal usia sudah waktunya, tujuan sudah mulia, bahkan mungkin kemampuan sudah ada. Hanya satu faktor penyebabnya. Yaitu perbedaan persepsi antara kita dan Allah. Kita seringkali menganggap bahwasanya apa-apa yang sesuai dengan keinginan kita itulah yang terbaik bagi kita, padahal tidak selamanya loh, (baca QS. Al-Baqarah : 216).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut, kita tahu bahwa ada hikmah dibalik setiap kejadian apapun yang menimpa kita, ada kebaikan dibalik sesuatu yang kita anggap buruk, demikian pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya tidak ada salahnya jika kita sedikit mendengar penuturan Ibnu Al-Jauzy yang mengajarkan, "Jika anda tidak mampu menangkap hikmah, bukan karena hikmah itu tidak ada, namun semua itu akibat kelemahan daya ingat anda sendiri. Anda kemudian harus tahu bahwa para raja pun memiliki rahasia yang tidak diketahui setiap orang. Bagaimana mungkin anda dengan segala kelemahan anda akan sanggup mengungkap sebuah hikmah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa berat pun sebuah ujian yang kita alami, pasti akan ada jalan keluarnya. Allah menyatakan, "Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya." (QS. Al-An'am : 152). Dalam ayat yang lain, Allah berfirman, "Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan baginya keperluannya." (QS. At-Thalaq : 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinilah bahwa kegagalan cinta yang kita alami, tertolaknya cinta yang kita ajukan, sudah dirancang sedemikian rupa skenarionya oleh Allah. Sehingga tidak perlu menyikapinya secara berlebihan. Daripada kita larut dalam kesedihan, menagis, menyesali diri, patah hati atau bunuh diri. Lebih baik kita berbaik sangka saja kepada Allah. Tidak pantas diri ini mengeluh apalagi menyesali sebuah kegagalan. Bersikaplah positif ke depan. Yakinlah bahwasannya kegagalan cinta bukanlah akhir dari segalanya, bukanlah awal dari sebuah kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat, banyak sekali pribadi-pribadi sukses di dunia ini mengawali kesuksesannya setelah ditimpa berkali-kali gagal dalam usaha mereka, begitu juga tentang urusan cinta. Sebagai manusia, kita dibekali potensi yang sedemikian hebatnya oleh Allah. Dan terkadang potensi yang ada pada diri kita justru baru kita ketahui setelah kita menghadapi beberapa kali kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aa Gym pernah mengatakan, "Jika nasi sudah menjadi bubur, maka kita harus mulai memikirkan ayam, cakwe, sledri, bawang goreng, dan sambel, sehingga bubur kita akan menjadi bubur ayam yang spesial." Karena itu, satu orang yang menolak cinta kita seharusnya tidak menjadikan kita lupa pada puluhan bahkan ratusan orang lain yang menyayangi kita. Namun justru seharusnya menjadi cambuk bagi diri kita untuk menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ayo Terus Perbaiki Kekurangan Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita merasa bahwa kita sudah siap dan mampu, kita merasa bahwa kita baik hati, tidak sombong, berasal dari keluarga baik-baik, punya ilmu agama yang cukup memadai, pribadi oke, wajah pun tidak mengecewakan. Tapi mengapa dia masih tidak bersedia? Kriteria seperti apa lagi yang dia dambakan? Sekali lagi, cinta tidak bisa dipaksakan, mungkin ada beberapa kriteria lain yang belum kita miliki, yaitu kriteria yang baginya adalah paling prioritas di antara kriteria lainnya dan hal itu merupakan daya tarik tersendiri bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu, mari kita jadikan momen penolakan tersebut sebagai momen kita untuk mencari tahu dan memperbaiki terus kekurangan-kekurangan kita. Sekali ditolak, berarti satu perubahan ke arah yang lebih baik, dua kali ditolak, dua perubahan, sehingga pada akhirnya, ketika Allah mengirimkan seseorang yang terbaik menurut-Nya kepada kita, orang tersebut akan terpana dan berkata "Waaa... Istri/suamiku ternyata keren sekaliii."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, kita harus selalu berusaha memperbaiki kekurangan diri, menjadikan setiap kegagalan sebagai batu loncatan ke arah kesuksesan, melecutkan kemampuan, membangun potensi yang selama ini terpendam, memacu semangat dalam diri. Seorang pemenang tidak dilahirkan, tetapi harus diciptakan.*&lt;a href="http://mtks.kotasantri.com/?mtks=artikel&amp;mode=detil&amp;artikel=Pra_Nikah/2801.html"&gt;Mtks.Kotasantri.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-7154133796245293755?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/7154133796245293755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/07/dont-cry-ketika-mencintai-tak-bisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/7154133796245293755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/7154133796245293755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/07/dont-cry-ketika-mencintai-tak-bisa.html' title='Don&apos;t Cry, Ketika Mencintai, Tak Bisa Menikahi'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-1333824821680654547</id><published>2007-07-26T08:41:00.000+07:00</published><updated>2007-07-31T08:44:05.579+07:00</updated><title type='text'>Ingin Cepat Kaya? Buruan Menikah!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pernikahan itu pasti indah, nyaman, dan menyenangkan. Itu garansi dari Allah 'Azza wa Jalla, sebagaimana tertuang dalam firmanNya yang suci (QS. 30 : 21). Apabila ada ungkapan "Pernikahan tidak selamanya indah", pasti ada error yang dilakukan oleh para pelaku pernikahan. Entah itu berupa pelanggaran atas rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam proses pencapaiannya.&lt;span class="selengkapnya"&gt; Ataupun sikap manusia yang makin tidak apresiatif terhadap kewajiban universal dari Pencipta alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memandang, pernikahan bukan saja sebagai satu-satunya institusi yang sah, tempat pelepasan hajat birahi manusia terhadap lawan jenisnya. Tapi yang tak kalah penting adalah, pernikahan sanggup memberikan jaminan proteksi pada sebuah masyarakat dari ancaman kehancuran moral dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, Islam selalu mendorong dan memberikan kemudahan-kemudahan bagi manusia untuk segera melaksanakan kewajiban suci itu. "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki serta hamba-hamba sahayamu yang wanita. Jika mereka miskin, Allah akan membuat mereka kaya dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas pemberianNya lagi Maha Mengetahui." (QS. 13 : 38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam haditsnya, Rasulullah SAW juga menekankan para pemuda untuk bersegera menikah. "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kalian telah mampu menikah, maka segeralah menikah. Karena sesungguhnya menikah itu lebih menjaga kemaluan dan memelihara pandangan mata. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa menjadi benteng (dari gejolak birahi)." (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini makin jelas, ke mana orientasi perintah menikah itu sesungguhnya. Tujuan pembentukan institusi-institusi pernikahan (keluarga) tak lain adalah, agar terpancang sendi-sendi masyarakat yang kokoh. Sebab keluarga merupakan elemen dasar penopang bangunan sebuah masyarakat. Dengan kata lain, masyarakat akan kuat dan kokoh apabila ditopang sendi-sendi yang juga kokoh. Dan kekokohan itu tidak mungkin tercapai kecuali lewat penumbuhan institusi-institusi keluarga yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal kewajiban menikah adalah merupakan sunah Nabi SAW yang harus ditaati setiap Muslim, tidak akan kita bahas lebih jauh di sini. Begitu pun soal pernikahan merupakan aktualisasi keimanan atau aqidah seseorang terhadap Tuhannya, juga tidak akan kita perpanjang dalam tulisan ini. Sehingga dia menjadi alasan mendasar Islam, kenapa pernikahan hanya sah jika dilakukan oleh pasangan manusia yang memiliki aqidah, manhaj (konsep) hidup, serta tujuan hidup yang sama. Yakni mencari keridhaan Allah 'Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sisi krusial lain dari pernikahan yang akan kita bahas lebih jauh. Yakni pernikahan dan kaitannya dengan peradaban manusia. Pasal ini yang mungkin jarang dicermati oleh kebanyakan masyarakat, termasuk masyarakat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa ada korelasi kuat antara keberadaan institusi pernikahan dengan potret masyarakat yang akan muncul (seperti telah disinggung sebelumnya), adalah tidak bisa kita pungkiri. Sebab indikasinya gampang sekali dilihat dan dirasakan. Masyarakat yang menghargai pernikahan, pasti mereka merupakan masyarakat yang beradab. Demikian sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tatkala kita telusuri, apa penyebab masyarakat Barat menjadi masyarakat yang tumbuh liar tanpa nilai-nilai etika, moral, dan agama. Itu sangat mudah kita pahami. Lantaran mereka adalah masyarakat yang tidak memahami makna sakral pernikahan. Hasrat seksual menurut mereka, bisa mereka lampiaskan kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Sehingga tak ada kaitan antara kehormatan dan kesucian seseorang dengan pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah awal munculnya masyarakat Barat yang tidak beradab. Mereka menjadi masyarakat pemuja syahwat, menawarkan budaya buka-bukaan aurat alias telanjang, memamerkan secara vulgar budaya hidup seatap tanpa menikah antara laki-laki dan wanita. Maka kasus-kasus perceraian kian tidak terhitung jumlahnya. Ribuan anak-anak lahir tanpa jelas nasabnya (garis keturunannya). Setelah besar, generasi tanpa bapak itu pun membentuk komunitas anak-anak jalanan yang selalu menimbulkan problem bagi masyarakat mereka sendiri. Dari situlah siklus budaya nista bermula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, dalam masyarakat Islam pun mulai muncul sikap yang kurang apresiatif terhadap perintah menikah. Jika tidak sampai dikatakan enggan menikah, setidaknya ada gejala masyarakat Islam mulai bersikap mengulur-ulur waktu pernikahan. Padahal ini sangat berbahaya. Boleh jadi gaya hidup hedonis Barat yang sangat intens disuguhkan lewat bacaan dan film-film, telah menyebabkan perubahan pola pemikiran masyarakat Islam. Khususnya dalam menyikapi perintah menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah barangkali yang menyebabkan pasangan muda-mudi dalam masyarakat kita, lebih senang berlama-lama pacaran ketimbang memikirkan untuk serius membangun rumah tangga. Kalau pun di sana-sini marak acara-acara pesta pernikahan, itu mungkin tak lebih hanya sebuah basa-basi kultural. Semuanya terlepas dari ikatan nilai-nilai religius yang sakral. Sehingga kita sering menyaksikan pesta-pesta pernikahan, tak lebih hanya sebagai ajang pamer kemewahan dan bahkan pamer kemaksiatan. Sebab boleh jadi, sebelum pesta itu berlangsung mereka sudah menjalani praktek-praktek layaknya kehidupan suami-isteri. Astaghfirullah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Islam menggesa para pemuda untuk menikah, semakin jelas kita pahami. Bahwa di tengah maraknya budaya hedonisme yang menjangkiti dunia, sudah barang tentu institusi-institusi pernikahan kian dibutuhkan keberadaannya. Namun tentu saja bukan hanya memperbanyak lembaga-lembaga Rabbani itu saja yang kita perhatikan. Tapi yang lebih penting adalah, bagaimana rambu-rambu suci untuk mencapainya, bisa tetap kita jaga. Sehingga banyaknya lembaga-lembaga pernikahan berbanding lurus dengan tumbuh suburnya budaya kesadaran masyarakat untuk memelihara kesucian diri. Dari keluarga-keluarga yang bersih inilah, kelak akan lahir generasi yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini yang terjadi, dapat dipastikan janji Allah, bahwa masyarakat bisa makmur (kaya) dan kuat lewat jalur pernikahan, akan terbukti. Karena itu makin tertutup alasan bagi para pemuda-pemudi untuk tidak segera menikah, jika mereka nyata-nyata telah sanggup melaksanakannya. Dengan kata lain, sikap menunda-nunda untuk segera menikah di kalangan muda-mudi, memang sangat aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku heran dengan orang yang tidak mau mencari kekayaan dengan cara menikah. Padahal Allah berfirman : Jika mereka miskin, maka Allah akan membuat mereka kaya dengan KeutamaanNya," kata Umar bin Khattab RA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, tunggu apa lagi? Jangan tunda-tunda pernikahan!*&lt;a href="http://mtks.kotasantri.com/?mtks=artikel&amp;mode=detil&amp;artikel=Pra_Nikah/3001.html"&gt;Mtks Kotasantri.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-1333824821680654547?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/1333824821680654547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/07/ingin-cepat-kaya-buruan-menikah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/1333824821680654547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/1333824821680654547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/07/ingin-cepat-kaya-buruan-menikah.html' title='Ingin Cepat Kaya? Buruan Menikah!'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-5139446802670244233</id><published>2007-07-04T15:09:00.000+07:00</published><updated>2007-07-05T14:56:51.637+07:00</updated><title type='text'>Alasan Menikah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berikut ini adalah beberapa alasan ketika akan menikah diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Jangan menikah karena harta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada gunanya hidup bergelimangan harta tanpa cinta. Harta dapat datang dan pergi setiap saat. "Cinta" yang sesat dan sesaat dapat diperoleh setiap saat, tapi cinta yang sejati tidak dapat dibeli dengan harta.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Jangan menikah karena perasaan asmara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasa tertarik, simpati, naksir, yang merupakan asmara yang sering disalahartikan sebagai cinta. Asmara itu bukan cinta. Asmara dapat cepat berubah oleh rupa, harta, tempat dan keadaan. Asmara itu buta, tidak tahan lama dan tidak tahan uji . Cinta perlu diuji dalam suka dan duka dengan mata terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Jangan menikah karena rupa saja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan yang diluar memang indah, tapi dapat luntur termakan umur.Utamakanlah kecantikan yang di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Jangan menikah karena iba&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iba (rasa kasihan) memang baik dan harus ada dalam hidup kita, tapi tidak boleh menjadi dasar pernikahan. Kasihan dapat habis,tapi kasih tidak berkesudahan. Dasar pernikahan adalah kasih, bukan kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Jangan menikah untuk kepuasan sex saja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memang sex suci dan penting dalam hubungan suami-istri, namun tidak boleh menjadi tujuan utama dari pernikahan. Sex hanyalah salah satu bagian dari pernikahan. Orang yang hanya mengejar kenikmatan sex akan kecewa dan terjerat oleh kesusahan yang diciptakannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Jangan menikah karena paksaan keluarga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak harus berbakti kepada keluarga, namun tidak boleh menyerah dalam hal nikah, kalau mereka memang salah dan anda benar. Berdoalah dan berikanlah penjelasan kepada mereka, jangan dengan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Jangan menikah karena desakan usia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bila semakin bertambahnya usia dan rekan-rekan sudah berpasangan, orang akan mulai   gelisah (terutama pada wanita). Banyak orang akhimya asal tabrak dan sikat.Hindarilah tindakan tersebut. Sabarlah dan yakinilah bahwa Tuhan sudah menyediakan yang terbaik untuk anda. Jangan takut kehabisan jatah dan kadaluarsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Jangan menikah untuk membalas jasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang yang telah berbuat baik perlu dibalas, tapi jangan dengan pernikahan.&lt;br /&gt;Salah satu hal lain yang tidak boleh dilupakan, dan merupakan yang terpenting adalah    Jangan Menikah tanpa Pengertian dan persiapan dengan tindakan yang nyata. Menikahlah menurut pola rencana Allah.  Daripada salah dan mengundang derita, lebih Baik  menunggu menikah. Jika tidak diteguhkan oleh Allah. Karena Allah yang menciptakan manusia  sepasang-sepasang. Tanpa persetujuan Allah, tidak mungkin manusia dapat bersatu !*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-5139446802670244233?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/5139446802670244233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/07/alasan-menikah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/5139446802670244233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/5139446802670244233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/07/alasan-menikah.html' title='Alasan Menikah'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-5598372882664117321</id><published>2007-06-14T11:53:00.000+07:00</published><updated>2007-07-23T15:08:27.647+07:00</updated><title type='text'>Internet atau Perantara, yang penting Islami !</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Koran Arab melaporkan maraknya mencari jodoh lewat dunia maya. Sementara itu, Muslimah Barat justru bertahan melalui ’perantara”. Yang penting Islami!&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com—Mencari jodoh yang baik dan tepat di jaman edan seperti ini memang kelewat susah. Sebagian orang lebih sering ”menerima jadi” alias dicarikan keluarga atau orangtua. Semarak dengan perkembangan dunia maya, sebagian mencari sendiri melalui internet. Contohnya di Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setahun terakhir ini ratusan ribu bahkan mungkin jutaan pelanggan rutin membuka situs pencari jodoh sebagai sarana mencari pendamping hidup, meskipun pro-kontra nikah lewat alam maya itu masih tetap mencuat di masyarakat Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini sebanyak 260 ribu orang pelanggan kami di kalangan muda-mudi Arab yang 70 persen di antaranya berasal dari Saudi," kata  Abdullah Al-Jauhar, seperti dikutip harian Arab, Al-Watan Selasa (12/6) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik dan pendiri situs "Zaujati" (istriku) yang didirikannya tujuh tahun lalu itu menambahkan, sebagian orang tua mendaftarkan anak gadisnya. "Kami menyebarkan informasi tentang setiap pasangan setelah mendapat izin dari yang bersangkutan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaujati merupakan situs pencari jodoh pertama di Arab. Pada mulanya, sedikit sekali pelanggannya, karena saat itu mencari pasangan lewat alam maya belum menggejala seperti akhir-akhir ini, kata Al-Jauhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini terdapat ratusan situs serupa di dunia Arab yang memberi jaminan kepada langganannya akan kredibilitas informasi yang disiarkan. Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan pasangan bahwa mencari jodoh lewat internet sebagai alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Saudi, setiap pelanggan dikenakan tarif yang berbeda-beda sesuai dengan jenis keanggotaannya. Tarif untuk pelanggan biasa sekitar 37 riyal (Rp88.000), pelanggan perak 50 riyal (Rp120 ribu) dan emas 100 riyal (Rp240 ribu) per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ide cari jodoh lewat internet adalah ide tepat yang dapat memberikan keleluasaan bagi muda mudi untuk mencari jodoh terutama di perkotaan yang berpenduduk padat," kata Mohamed Bin Fahd, seorang imam masjid di Khabar, Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, ia mengakui bahwa banyak juga situs serupa yang tidak serius melayani pelanggan alias hanya mencari keuntungan materi semata. "Bagi masyarakat Muslim perlu pelayanan seperti ini sesuai syariat," katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi kemungkinan permaian data pelanggan, biasanya pihak pengelola rutin melakukan pengawasan. "Kami tidak ingin situs seperti ini dianggap sebagai tempat yang tidak bermakna," kata Abdul Hay Abu Hasna, direktur situs www.zawaj.com yang memiliki 900 ribu pelanggan. Zawaj berarti pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pro-kontra&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, pro-kontra cari jodoh lewat alam maya itu masih tetap mencuat belakangan ini. "Kredibilitasnya masih diragukan karena terkesan pengelolanya hanya ingin mencari keuntungan materi," kata Sarah Mohamed, seorang mahasiswi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih banyak kekuarangan bila mencari jodoh lewat internet. Data-data yang ada belum tentu benar sehingga banyak yang malas mencobanya," kata Umm Fajr, seorang ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hasna meminta kepada mereka yang tidak setuju perjodohan lewat internet untuk melihat hasilnya terlebih dahulu. "Umumnya mereka yang masih kontra disebabkan tidak mengetahui secara rinci prosedur perjodohan lewat alam maya," kata pengelola situs Zawaj itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lainnya setuju dengan situs tersebut, tapi dengan syarat seperti yang dikemukakan pemuda Bandar Al-Dakhil. "Cara ini bagus untuk mengurangi angka perawan tua dengan syarat keluarganya mengetahui dengan pasti perkembangan data calon pelamar anaknya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam masjid, Mohamed Bin Fahd, mengingatkan bahwa internet adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan ekonomi dan sosial budaya. "Pelayanan jodoh lewat sarana ini juga merupakan kebutuhan asalkan dilaksanakan secara Islami," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari pro-kontra nikah lewat alam maya itu, yang jelas masyarakat Arab sudah mulai ramai mencoba alternatif ini, minimal untuk "mendobrak" tradisi perjodohan melalui keluarga selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tanpa Kencan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Arab lain di Amerika. Baru-baru lalu, sebuah Koran Amerika awal tahun lalu memberitakan, di komunitas Muslim AS masih bertahan tradisi perjodohan. Menurut mereka, tradisi perjodohan ini digunakan untuk mengenal lawan-jenis yang sedang ingin menikah guna mengganti budaya “kencan” yang kini menggejala di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, komunitas Islam di Amerika rajin menggelar forum pertemuan guna saling mengenalkan putra-putri mereka yang ingin mencari jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya ibunya jadi sudah pasti saya mencarikannya jodoh,” kata Nyonya Samia Abbas (59), yang ikut dalam forum ’perjodohan” guna mencari jodoh yang tepat untuk putrinya, Alia. Alia adalah seorang manajer teknologi untuk sebuah perusahaan yang berbasis di New York.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak Muslim Amerika, atau setidaknya mereka yang tetap menjaga tradisi Islam  menyamakan segala hal yang berkaitan dengan “pacaran” dengan siksa neraka, tak peduli meskipun kencan (masa pacaran) mereka sangat singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu pembahasan mengenai kencan kilat dalam konferensi Muslim tahunan di Amerika Utara adalah yang paling ramai dibicarakan. Untuk lebih memperhalus, nama pembahasan itu diganti dengan “perjamuan” yang berkaitan dengan nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anak ini tumbuh di Amerika, dimana norma sosial di sana membolehkan berhubungan seks sebelum menikah,” kata Imam Muhamed Magid dari Adams Center, yang merupakan kumpulan dari 7 masjid di Virginia dalam sebuah wawancara. “Jadi anak-anak ini terjebak diantara konsep ideal orangtua mereka dan keterbukaan budaya terhadap persoalan seks.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di AS kita dapat bermain dengan kata-kata sesuai keinginan kita, namun kita tidak ingin keluar dari lepas dari nilai-nilai budaya kita,” kata Nyonya Qadri, seorang professor di bidang pendidikan, sebagaimana dikutip The New York Times.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, fenomena ‘perjodohan’ sebelum menikah  tidak diragukan lagi menjadi salah satu tema yang mendapat perhatian besar dalam pertemuan tahunan Islamic Society di Amerika Utara beberapa saat lalu. Bahkan menarik perhatian ratusan Muslim untuk pergi ke Chicago saat libur Hari Buruh. &lt;a href="http://hidayatullah.com"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-5598372882664117321?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/5598372882664117321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/06/internet-atau-perantara-yang-penting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/5598372882664117321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/5598372882664117321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/06/internet-atau-perantara-yang-penting.html' title='Internet atau Perantara, yang penting Islami !'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-1128209265704943742</id><published>2007-06-08T15:13:00.000+07:00</published><updated>2007-07-09T10:48:10.673+07:00</updated><title type='text'>Keluarga Kunci Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seringkali kita dengar orang-orang yang membangun&lt;br /&gt;karir bertahun-tahun akhirnya terpuruk oleh kelakuan keluarganya. Ada yang dimuliakan di kantornya tapi dilumuri aib oleh anak-anaknya sendiri, ada yang cemerlang karirnya di perusahaan tapi akhirnya pudar oleh perilaku istrinya dan anaknya. Ada juga yang populer di kalangan masyarakat tetapi tidak populer di hadapan keluarganya. &lt;span class="selengkapnya"&gt;Ada yang disegani dan dihormati di lingkungannya tapi oleh anak istrinya sendiri malah dicaci, sehingga kita butuh sekali keseriusan untuk menata strategi yang tepat, guna meraih kesuksesan yang benar-benar hakiki. Jangan sampai kesuksesan kita semu. Merasa sukses padahal gagal, merasa mulia padahal hina, merasa terpuji padahal buruk, merasa cerdas padahal bodoh, ini tertipu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab kegagalan seseorang diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Karena dia tidak pernah punya waktu yang memadai&lt;br /&gt;untuk mengoreksi dirinya. Sebagian orang terlalu sibuk dengan kantor, urusan luar dari dirinya akibatnya dia kehilangan fondasi yang kokoh. Karena orang tidak bersungguh-sungguh menjadikan keluarga sebagai basis yang penting untuk kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sebagian orang hanya mengurus keluarga dengan sisa waktu, sisa pikiran, sisa tenaga, sisa perhatian, sisa perasaan, akibatnya seperti bom waktu. Walaupun uang banyak tetapi miskin hatinya. Walaupun kedudukan tinggi tapi rendah keadaan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, jikalau kita ingin sukses, mutlak bagi kita untuk sangat serius membangun keluarga sebagai basis (base), Kita harus jadikan keluarga kita menjadi basis ketentraman jiwa. Bapak pulang kantor begitu lelahnya harus rindu rumahnya menjadi oase ketenangan. Anak pulang dari sekolah harus merindukan suasana aman di rumah. Istri demikian juga. Jadikan rumah kita menjadi oase ketenangan, ketentraman, kenyamanan sehingga bapak, ibu dan anak sama-sama senang dan betah tinggal dirumah.&lt;br /&gt;Agar rumah kita menjadi sumber ketenangan, maka perlu diupayakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jadikan rumah kita sebagai rumah yang selalu dekat dengan Allah SWT, dimana di dalamnya penuh dengan aktivitas ibadah; sholat, tilawah qur'an dan terus menerus digunakan untuk memuliakan agama Allah, dengan kekuatan iman, ibadah dan amal sholeh yang baik, maka rumah tersebut dijamin akan menjadi sumber ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Seisi rumah Bapak, Ibu dan anak harus punya kesepakatan untuk mengelola perilakunya, sehingga bisa menahan diri agar anggota keluarga lainnya merasa aman dan tidak terancam tinggal di dalam rumah itu, harus ada kesepakatan diantara anggota keluarga bagaimana rumah itu tidak sampai menjadi sebuah neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rumah kita harus menjadi "Rumah Ilmu" Bapak, Ibu dan anak setelah keluar rumah, lalu pulang membawa ilmu dan pengalaman dari luar, masuk kerumah berdiskusi dalam forum keluarga; saling bertukar pengalaman, saling memberi ilmu, saling melengkapi sehingga menjadi sinergi ilmu. Ketika keluar lagi dari rumah terjadi peningkatan kelimuan, wawasan dan cara berpikir akibat masukan yang dikumpulkan dari luar oleh semua anggota keluarga, di dalam rumah diolah, keluar rumah jadi makin lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rumah harus menjadi "Rumah pembersih diri" karena tidak ada orang yang paling aman mengoreksi diri kita tanpa resiko kecuali anggota keluarga kita. Kalau kita dikoreksi di luar resikonya terpermalukan, aib tersebarkan tapi kalau dikoreksi oleh istri, anak dan suami mereka masih bertalian darah, mereka akan menjadi pakaian satu sama lain. Oleh karena itu,barangsiapa yang ingin terus menjadi orang yang berkualitas, rumah harus kita sepakati menjadi rumah yang saling membersihkan seluruh anggota keluarga. Keluar banyak kesalahan dan kekurangan, masuk kerumah saling mengoreksi satu sama lain sehingga keluar dari rumah, kita bisa mengetahui kekurangan kita tanpa harus terluka dan tercoreng&lt;br /&gt;karena keluarga yang mengoreksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rumah kita harus menjadi sentra kaderisasi sehingga Bapak-Ibu mencari nafkah, ilmu, pengalaman wawasan untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak kita sehingga kualitas anak atau orang lain yang berada dirumah kita, baik anak kandung, anak pungut atau orang yang bantu-bantu di rumah, siapa saja akan meningkatkan kualitasnya. Ketika kita mati, maka kita telah melahirkan generasi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga, waktu dan pikiran kita pompa untuk melahirkan generasi-generasi yang lebih bermutu, kelak lahirlah kader-kader pemimpin yang lebih baik. Inilah sebuah rumah tangga yang tanggung jawabnya tidak hanya pada rumah tangganya tapi pada generasi sesudahnya serta bagi lingkungannya.*E-book MQ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-1128209265704943742?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/1128209265704943742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/06/seringkali-kita-dengar-orang-orang-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/1128209265704943742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/1128209265704943742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/06/seringkali-kita-dengar-orang-orang-yang.html' title='Keluarga Kunci Kesuksesan'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-2105476524969041253</id><published>2007-05-28T12:35:00.000+07:00</published><updated>2007-07-09T10:50:05.694+07:00</updated><title type='text'>Modul Home Schooling Usia 0 - 2 Tahun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Program Kegiatan Rutin Umum: &lt;br /&gt;1. Selalu tatap  si kecil dengan pandangan sayang dan penuh cinta.&lt;br /&gt;2. Banyaklah berbicara dengan si kecil, walaupun ia belum bisa (tergantungt usia&lt;br /&gt;   anak) memberikan balasan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;3. Belai anak dengan sayang misalnya saat menyusui atau menjelang tidur untuk&lt;br /&gt;   menumbuhkan rasa aman.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;4. Berikan  makanan bergizi, Asi eksklusif dengan sepenuh hati (tidak dengan disambi&lt;br /&gt;   pekerjaan lain).&lt;br /&gt;5. Pada saat melakukan kegiatan bersama anak (misal:makan, mandi, bermain dll),&lt;br /&gt;   selalu libatkan perasaan anda dgn hati senang.&lt;br /&gt;6. Manfaatkan selalu saat saat anak sedang berminat untuk bermain dan mempelajari&lt;br /&gt;   sesuatu.&lt;br /&gt;7. Rangsanglah anak untuk belajar mengucapkan kata sebanyak banyaknya.  Mulailah&lt;br /&gt;   dengan kata kata yang sedang menjadi tema dalam program ini.  Misal: Air, Udara, &lt;br /&gt;   Angin, Minum, Haus, dsb.&lt;br /&gt;8. Perkenalkan dengan benda benda yang dilihat, sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;9. Perhatikan jam tidur anak. Pastikan anak memperoleh istirahat yg cukup dan&lt;br /&gt;   nyenyak.  Jangan biarkan anak begadang mis karena menunggu abinya.&lt;br /&gt;10. Bacakan buku buku anak sesering mungkin, dengan tetap memperhatikan minat anak.&lt;br /&gt;11. Latihlah fisik anak agar tumbuh kuat , segar dan sehat.  Bila cuaca memungkinkan,&lt;br /&gt;    sesering mungkin ajaklah anak bermain diluar dan menggunakan fisik misalnya &lt;br /&gt;    berlari lari dikoen, main panjat panjat, perosotan, dsb.  Bila udara terlalu &lt;br /&gt;    dingin, ajaklah anak melakukan kegiatan dirumah yang bisa melatih fisik. Misalnya &lt;br /&gt;    main panjat panjat (bila memungkinkan sediakan fasilitas ini) atau berlompat &lt;br /&gt;    lompat di matras atau kasur tebal.&lt;br /&gt;12. Biasakan hidup sehat pada anak.  Mandi sehari 2x (tgt musim dan kondisi tubuh &lt;br /&gt;    anak).&lt;br /&gt;13. Usahakan rumah selalu dalam keadaan bersih.  Ini bisa melatih anak kebiasaan &lt;br /&gt;    hidup bersih.&lt;br /&gt;14. Ajarkan pada anak hal hal yang berbahaya yang ada disekeliling rumah.  Misalnya &lt;br /&gt;    jangan main pisau, jangan putar putar tombol kompor gas, dsb.&lt;br /&gt;15. Ajaklah anak untuk memulai kegiatan dengan membaca basmalah ( misal : mau makan, &lt;br /&gt;    minum , mandi,memakai baju dsb)&lt;br /&gt;16. Ajaklah anak untuk mencuci tangannya terlebih dahulu ketika akan makan&lt;br /&gt;17. mengajak anak untuk  belajar disiplin melalui tata cara makan yang sudah terpola &lt;br /&gt;    waktunya. Misalnya, ketika didudukkan di kursi makannya atau dipasangkan celemek  &lt;br /&gt;    makannya, ia sudah tahu kalau “upacara” makan sudah tiba. Atau, ketika mencium &lt;br /&gt;    harumnya aroma makanan yang sedang Anda siapkan, ia harus sabar menunggu. &lt;br /&gt;18. Terus mengajak anak berbicara ketika mempersiapkan makanan atau ketika duduk &lt;br /&gt;    dihadapannya, untuk menanamkan bahwa kita  sangat menyayanginya.  &lt;br /&gt;19. Ajaklah anak makan dengan suasana yang menyenangkan (misalnya dengan selalu &lt;br /&gt;    memberikannya senyum dan pujian)&lt;br /&gt;20. Jika anak sulit untuk makan, jangan paksa terus menyuapinya. Suasana makan yang &lt;br /&gt;    tidak menyenangkan bisa-bisa berbuntut panjang. Nantinya, dia malah jadi “jagoan” &lt;br /&gt;    sulit makan. &lt;br /&gt;    Kalau　anak kelihatannya menolak makanan yang kita sodorkan, ajak bicara dan &lt;br /&gt;    “tariklah” perhatiannya melalui cerita, mainan, dan gambar yang bisa menggugah &lt;br /&gt;    selera makannya. &lt;br /&gt;21. Kenalkan kepada anak alat-alat yang biasa dipakainya untuk makan dan minum (misal &lt;br /&gt;    : sendok, piring dan gelas) &lt;br /&gt;    ini bisa dilakukkan ketika anak makan atau minum, ataupun ketika sedang &lt;br /&gt;    bermain-main dengannya, dengan diiringi atau diselingi nyanyian yang dikuasai &lt;br /&gt;    orang tua&lt;br /&gt;22. Ajaklah anak untuk mengakhiri kegiatan dengan membaca Hamdalah mengajak anak &lt;br /&gt;    untuk membiasakan mencuci tangan setelah makan&lt;br /&gt;23. Biasakanlah memperdengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an baik melalui media audio &lt;br /&gt;    atau suara ibu.&lt;br /&gt;24. Biasakanlah ibu menyebut asma Allah dan kalimat dzikir, seperti :&lt;br /&gt;    “subhanallah, indahnya bunga itu”&lt;br /&gt;    “Alhamdulillah, adek sudah kenyang minum susunya.”&lt;br /&gt;    “Subhanallah, anak bunda sudah bisa berdiri sendiri.”&lt;br /&gt;    “Innalillahi, airnya tumpah.”dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BELAJAR BERKOMUNIKASI &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk bagi orang tua dalam melakukan kegiatan ini :&lt;br /&gt;1. Berilah anak-anak lingkungan yang dapat merangsang kemampuan bahasa lewat kegiatan bermain. &lt;br /&gt;2. Berilah perhatian pada ucapan-ucapannya dan menunjukkan minat yang tulus terhadap maksud ucapannya.&lt;br /&gt;3. Bersabarlah untuk tetap menatap dan menjadi pendengar yang baik bagi anak, karena mereka perlu berlatih menyusun pikiran-pikiran mereka kemudian mengekspresikannya secara efektif. Bantulah bila di rasa anak mengalami kesulitan dalam mengucapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DENGARKAN KATA-KATANYA ! &lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;Waktu : 5-10 menit&lt;br /&gt;Bahan : Tidak ada&lt;br /&gt;Jika Anda berbicara dengan bahasa bayi saat berkomunikasi dengan si kecil, kata-kata yang muncul dari mulutnya pada saat ia berusia enam bulan, biasanya terdiri suku kata berulang yang sederhana, seperti mama, papa, atau dada. Ulangi kata-katanya untuk menunjukkan bahwa Anda mendengarkannya dan tertarik pada ucapannya.&lt;br /&gt;Variasi :&lt;br /&gt;Ulangi kata-katanya dan kemudian gunakan kata yang tepat dalam sebuah kalimat, seperti,’Adik ingin bermain bersama papa? Atau “Kamu ingin minum susu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KOTAK BERBICARA&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;Waktu : 5-10 menit&lt;br /&gt;Bahan : Kotak kecil yang bisa di genggam&lt;br /&gt;Kegiatan ini akan menarik minat bayi anda. Duduklah berdekatan dengan si kecil. Lalu, letakkan kotak ke mulut Anda dan berbicaralah seperti di telepon. Berbicaralah dengan bayi Anda. Dia akan tertarik karena suara Anda akan terdengar sedikit bergema ditelinganya.&lt;br /&gt;Variasi :&lt;br /&gt;• Gunakan kotak berbagai ukuran dan keluarkan suara yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;• Letakkan kotak ke mulut si kecil dan ajak dia menggumam.&lt;br /&gt;• Gunakan dua buah kotak dan ajaklah si kecil untuk balik berbicara kepada Anda.&lt;br /&gt;• Telephon mainan adalah pilihan yang paling tepat untuk bayi yang sedang senang mengekspresikan dengan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LEBAH BERDENGUNG&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;Waktu : 5-10 Menit&lt;br /&gt;Bahan : Tidak ada&lt;br /&gt;Komunikasi bisa terasa menyenangkan jika dilakukan dengan cara yang menghibur. Pangku si kecil, lalu gerakan jari2 Anda ke udara dan tirukan dengungan lebah. Lalu, sambil tetap mengeluarkan dengungan, turunkan jari Anda dena gelitik perutnya. Ulangi selam si kecil masih berminat pada aktivitas itu.&lt;br /&gt;Variasi :&lt;br /&gt;• Buat ‘si lebah’ tiba-tiba berhenti berdengung dan kemudian berdengung lagi.&lt;br /&gt;• Pada waktu si kecil makan, berpura-puralah “si lebah” juga ikut makan makanannya.&lt;br /&gt;• Ciptakan suara-suara lain saat Anda mendekatkan si kecil ke wajah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BELAJAR BERTEMAN&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Petunjuk bagi orang tua  dalam melakukan kegiatan ini :&lt;br /&gt;1. Buatlah suasana lingkungan terasa aman bagi bayi Anda, pada saat ada banyak orang baru bagi bayi anda. Awalnya peluklah dia, kendalikan suara anda (jangan terlalu keras), tampilkan raut muka yang menyenangkan.&lt;br /&gt;2. Banyaklah menerangkan dan menyebut nama-nama orang yang hadir di suatu pertemuan itu pada anak anda.&lt;br /&gt;3. Bersikaplah rileks, tidak kaku, dan buatlah diri Anda nyaman. Hal ini akan terasa oleh bayi Anda saat berada di tempat pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;UCAPKAN SALAM&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;Ucapkanlah salam ketika hadir dan akan meninggalkan pertemuan, ajaklah si kecil mengucapkannya atau memperhatikan ucapan Anda.&lt;br /&gt;Rasulullah saw. sering mengunjungi kaum Anshar, lalu Beliau mengucapkan salam kepada anak-anak mereka serta mengusap kepala mereka dan mendoakan kebaikan buat mereka.” (HR Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENGHADIRI PERTEMUAN &lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;Ajaklah si kecil ke pertemuan-pertemuan dan ajaklah ia berkenalan dengan anak-anak kecil yang ada di sana. Mungkin awalnya ada yang menangis karena merasa banyak orang baru di situ, tapi tenangkanlah ia dengan memeluknya, dan memberi kata-kata yang menenangkan. Jangan sebut si kecil dengan kata-kata yang memojokkan, seperti : “ Duh, pemalu sekali yah anak bunda” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BERMAIN MAINAN BERSAMA&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;Ajaklah beberapa anak kecil yang usianya tidak jauh berbeda dengan si kecil. Lalu sediakan beberapa mainan buat mereka. Buatlah permainan peran, ada pinjam meminjam, ada saling bertelepon, memainkan mainan bersama, dll. Bila terjadi pertengkaran, tenangkan si kecil dengan memeluknya, jangan menggunakan kata-kata keras, setelah agak tenang, beri tahu si kecil kalau mainannya boleh dipinjamkan atau tidak, atau alihkan perhatian dia pada mainan lain.** Forum silaturahim Muslimah(fahima dot org)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-2105476524969041253?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/2105476524969041253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/05/modul-home-schooling-usia-0-2-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/2105476524969041253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/2105476524969041253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/05/modul-home-schooling-usia-0-2-tahun.html' title='Modul Home Schooling Usia 0 - 2 Tahun'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8145040344492312794.post-7793670410083728577</id><published>2007-04-05T11:18:00.001+07:00</published><updated>2007-07-05T15:18:24.598+07:00</updated><title type='text'>Merokok Mengurangi Peluang Keturunan Anak Lelaki</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Peringatan untuk para perokok! Sebuah penelitian terbaru tentang efek merokok menunjukkan, perokok berpeluang kecil memiliki anak laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;Penelitian terbaru menyimpulkan bahwa suami-isteri yang merokok ketika janin baru terbentuk, mengurangi sampai 50 persen peluang untuk memperoleh bayi lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian terhadap 9-ribu kehamilan di Inggris menyimpulkan bahwa merokok bukan saja mengurangi peluang memperoleh anak lelaki, melainkan juga dapat menggagalkan janin lelaki bertahan dalam rahim, dan gugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ini dianggap punya arti khusus bagi negara-negara seperti Cina dan India, yang begitu mengutamakan anak lelaki, sementara kebiasaan merokok begitu luas. Hidayatullah.com &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8145040344492312794-7793670410083728577?l=seuntaikenangankeluarga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/feeds/7793670410083728577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/04/keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/7793670410083728577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8145040344492312794/posts/default/7793670410083728577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seuntaikenangankeluarga.blogspot.com/2007/04/keluarga.html' title='Merokok Mengurangi Peluang Keturunan Anak Lelaki'/><author><name>Administrator</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_U9bGxgzfa5Q/SRGnm4SNw7I/AAAAAAAAAe0/1ai6lsDK-J8/S220/logoseuntai2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
